alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Selain Bunuh Polisi di Sumbawa, BIM Pernah Rampok Toko Emas di Alas

SUMBAWA- Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

”Ya, sudah ditangkap dipinggir pantai, yang rencananya akan kabur dari Pulau Sumbawa,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, kemarin (12/7).

Kapolres Sumbawa,  AKBP. Widy Saputra, SIK menambahkan  Bim sendiri merupakan penjahat kambuhan yang menjadi buronan sejumlah kasus. Diantaranya perampokan guru,  dan perampokan toko emas di Kecamatan Alas pada 2015 lalu. Selain itu, dia juga tersangka dalam kasus penganiayaan kepala Desa Tengah di Kecamatan Utan pada 2016. Selain itu,

Bim pernah terlibat kasus perampokan gaji guru pada 2007 lalu. Bim sudah menjalani hukuman selama dua tahun setengah dalam penjara. Diketahui, Bim sering bolak balik Batam, Malaysia dan Jakarta.

Seperti diberitakan media sebelumnya, seorang perwira polisi, Ipda. Uji Siswanto yang menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan diserang Bim yang saat itu berstatus terlapor kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Kasus pembunuhan  terhadap Ipda Uji sendiri terjadi Jumat (10/7) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, korban meninggalkan kantornya untuk menindaklanjuti laporan polisi di Polsek Utan. Sebab, sebelumnya Polsek Utan mendapatkan laporan pengancaman atas salah seorang warga setempat. Dimana yang menjadi terlapor adalah Bim.

Korban kemudian pergi sendirian ke Desa Tengah, Kecamatan Utan. Untuk melakukan mediasi antara pelapor berinisial A dengan terlapor berinisial RH alias Bim. Setelah selesai melakukan mediasi, korban hendak kembali ke kantor. Namun, sebelum kembali, korban berencana mampir ke rumah mertuanya di desa setempat.

Namun di jalan, korban bertemu dengan Bim. Kemudian, sempat terjadi perbincangan antara korban dengan Bim. Namun, perbincangan ini berujung pada penyerangan oleh Bim terhadap korban. Bim menyerang korban menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban menderita luka di belakang telinga sebelah kanan, pipi sebelah kanan, punggung, tangan dan pergelangan kakinya.

Melihat hal ini, orang tua Bim melerai keduanya. Setelah itu, Bim lari meninggalkan TKP. Warga yang melihat kejadian ini, langsung menghubungi polisi. Sementara korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat, untuk mendapat penanganan medis.

Setelah sempat dirawat di puskesmas, korban dirujuk ke RSUD Sumbawa. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Korban menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju IGD RSUD Sumbawa.

 

Menurut kapolres, selama menjalankan pengabdian sebagai Polisi, korban dikenal ulet dan baik. Oleh keluarga juga dikenal sangat baik. Kebetulan, menantu korban juga anggota polisi. Di tengah masyarakat, korban dikenal ramah. Semua masyarakat yang mengadu, langsung disikapi dan dilayani dengan baik.

“Ini merupakan pukulan bagi kami. Karena korban merupakan petugas yang berdedikasi,” kata kapolres. (run/arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Golkar NTB Diambil Alih DPP?

Politisi Golkar H Misbach Mulyadi melihat status kepengurusan DPD Golkar Provinsi NTB saat ini dibawah kendali penuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. “Kalau dilihat dari sisi aturan saya berpandangan seperti itu,” katanya, Kamis (6/8).

PPP Rekomendasikan Nurdin-BJS di Pilbup Sumbawa

DPW PPP NTB akhirnya menerbitkan surat rekomendasi untuk Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Nurdin Ranggabrani-Burhanuddin. “Hari ini (kemarin, Red) akan ditandatangani Ibu Ketua (DPW PPP NTB) kalau saya sudah,” kata Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri, Kamis (6/8).

Joko Irianto Resmi Gantikan Anwarudin Sebagai Wakajati NTB

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTB berganti. Anwarudin yang sebelumnya menjabat Wakajati NTB digantikan Purwanto Joko Irianto.

Sengketa Lahan KEK Mandalika, 12 Titik Lahan Tak Memiliki Alas Hak

Polda NTB telah membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan lahan di pembangunan srikuit MotoGP. Mereka telah melakukan beberapa tahapan agar persoalan lahan klir bulan ini. ”Kita sudah melakukan identifikasi, verifikasi, dan sosialisasi. Sekarang tinggal land clearing saja,” kata Wadirreskrimum Polda NTB AKBP Awan Hariono, Kamis (7/8).

Terlilit Hutang, Nasib Nekat Ngejambret di Lingkar Selatan Mataram

Pegawai honorer di Kota Mataram berinisial MN alias Nasib terlilit hutang. Untuk membayar hutangnya pria 25 tahun itu melakukan aksi Jambret di Jalan Lingkar Selatan.

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks