alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

SUMBAWA- Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

”Ya, sudah ditangkap dipinggir pantai, yang rencananya akan kabur dari Pulau Sumbawa,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, kemarin (12/7).

Selama pelariannya, Bim sembunyi di hutan. Rupanya, pelaku sudah tersudut dan turun ke pantai untuk menyebrang meninggalkan Sumbawa.

Setelah pembunuhan tersebut Tim Gabungan Polri melakukan pencarian. Minggu pagi polisi mengendus keberadaan pelaku di Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Minggu (12/7), sekitar pukul 07.30 Wita. Informasinya, Bim hendak kabur menggunakan perahu. Petugas yang turus ke lokasi mendapati pelaku di Dusun Bangsal, Desa Labuhan Alas.

”Dia mencari sampan nelayan untuk  nyebrang melarikan diri,” jelasnya.

Artanto mengatakan, dia belum mengetahui motif penyerangan yang dilakukan Bim terhadap anggota polisi tersebut. ”Kita belum tahu motifnya. Apakah dendam atau yang lainnya belum dipastikan. Karena belum diperiksa,” bebernya.

Dalam penangkapan itu polisi menembak  kaki Bim dan menyita sebilah senjata tajam.  Setelah itu, Bim dilarikan ke RSUD Sumbawa untuk mendapatkan penanganan.

Setelah mendapatkan perawatan, barulah akan dimintai keterangan terhadap Bim. Guna mengetahui motif dari pelaku.

Sekilas berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, Bim diduga sengaja menunggu korban. Untuk memastikan, pihaknya akan memeriksa Bim, guna mengetahui motifnya.

Untuk sementara, lanjut kapolres, Bim dijerat dengan pasal 351 ayat 3, tentang penganiayaan mengakibatkan kematian. Dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Seperti diberitakan media sebelumnya, seorang perwira polisi, Ipda. Uji Siswanto yang menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan diserang Bim yang saat itu berstatus terlapor kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Kasus pembunuhan  terhadap Ipda Uji sendiri terjadi Jumat (10/7) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, korban meninggalkan kantornya untuk menindaklanjuti laporan polisi di Polsek Utan. Sebab, sebelumnya Polsek Utan mendapatkan laporan pengancaman atas salah seorang warga setempat. Dimana yang menjadi terlapor adalah Bim.

Korban kemudian pergi sendirian ke Desa Tengah, Kecamatan Utan. Untuk melakukan mediasi antara pelapor berinisial A dengan terlapor berinisial RH alias Bim. Setelah selesai melakukan mediasi, korban hendak kembali ke kantor. Namun, sebelum kembali, korban berencana mampir ke rumah mertuanya di desa setempat.

Namun di jalan, korban bertemu dengan Bim. Kemudian, sempat terjadi perbincangan antara korban dengan Bim. Namun, perbincangan ini berujung pada penyerangan oleh Bim terhadap korban. Bim menyerang korban menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban menderita luka di belakang telinga sebelah kanan, pipi sebelah kanan, punggung, tangan dan pergelangan kakinya.

Melihat hal ini, orang tua Bim melerai keduanya. Setelah itu, Bim lari meninggalkan TKP. Warga yang melihat kejadian ini, langsung menghubungi polisi. Sementara korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat, untuk mendapat penanganan medis.

Setelah sempat dirawat di puskesmas, korban dirujuk ke RSUD Sumbawa. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Korban menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju IGD RSUD Sumbawa.(gun/arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks