alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Ada Pembayaran Melebihi Batas Maksimal, Kejari Dompu Usut Prona di Desa Hu’u

MATARAM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu sedang mengusut dugaan pungutan liar (Pungli) proyek operasi nasional agraria (Prona) di Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, tahun 2018.  ”Kita masih dalam tahap pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dan puldata (pengumpulan data),” kata Kasi Pidsus Kejari Dompu M Isa Ansyori, Rabu (13/1).

Penyelidikan kasus tersebut dimulai November 2020 lalu berdasarkan Sprint Lid Nomor Print-01/N.2.15/Fd.1/11/2020. ”Kita selidiki berdasarkan laporan masyarakat,” ujarnya.

Isa Ansyori menjelaskan, di Desa Hu’u ada 950 warga yang mendaftar untuk penerbitan sertifikat tanah. Namun dalam prosesnya, mereka dipungut biaya hingga jutaan rupiah.

Pemerintah sudah membatasi penarikan biaya pembuatan sertifikat tanah. Berdasarkan zona, di wilayah Dompu maksimal biayanya Rp 350 ribu bagi pembuatan sertifikat tanah. ”Sebenarnya ada yang gratis dalam pembuatannya. Tetapi tetap saja ada penarikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Delapan WNA Amerika Dideportasi

Kejari Dompu sudah mengklarifikasi sejumlah warga yang membuat sertifikat melalui Prona. Mereka mengaku diminta membayar melebihi biaya sesuai batas zona yang sudah ditetapkan. ”Ada yang diminta membayar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta,” ungkap Isa Ansyori.

Pemeriksaan terhadap warga pembuat sertifikat tersebut bakal terus berlangsung. Penyidik Kejari Dompu juga mengagendakan pemanggilan pihak desa. ”Sudah kita agendakan pemanggilan saksi-saksi dulu,” ujarnya.

Setelah seluruh saksi diklarifikasi, penyelidik bakal melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus tersebut bakal dinaikkan ke penyidikan atau tidak. ”Kalau ada unsur perbuatan melawan hukumnya, bisa saja dinaikkan ke penyidikan,” kata dia.

Isa mengaku, tidak mengetahui total lahan yang dimintakan warga untuk pembuatan sertifikat. Karena penyelidik masih fokus mencari unsur tindak pidana korupsinya. ”Tunggu saja, kita masih melakukan pemeriksaan dulu,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/