alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Sri Sudarjo Jalani Sidang Kasus Hoaks Dana PEN, Demo Pendukung Ricuh

MATARAM-Sidang perdana kasus hoaks dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan terdakwa Sri Sudarjo, akhirnya terlaksana Jumat (13/5). Sidang itu dibarengi aksi demo massa yang mengatasnamakan anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani di depan Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

Aksi demo sempat ricuh ketika massa memaksa masuk ke dalam PN Mataram. Namun berhasil dicegah tim pengamanan dari Polresta Mataram. Para pendemo yang masuk dibatasi. Seluruh barang bawaannya diperiksa ketat.

”Kita periksa untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kabag Ops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumandra Kerthiawan yang memimpin pengamanan aksi demo.

Aksi demo itu menjadi atensi pihak kepolisian karena massa-nya cukup banyak. Mereka menuntut pengadilan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa Sri Sudarjo yang merupakan ketua KSU Rinjani. ”Kita atensi ini karena berpotensi terjadi kericuhan,” kata Sumandra.

Baca Juga :  PN Mataram di Masa Korona : Sidang Jarak Jauh, Sinyal Ngadat, Pembuktian Terhambat Bikin Hakim Stres

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Sri Sudarjo menyebar berita bohong terkait pembagian dana PEN Rp 100 juta atau senilai tiga ekor sapi bagi peternak. Isu itu disebar untuk menarik masyarakat agar menjadi anggota KSU Rinjani.

Masyarakat yang tergiur dengan janji pihak KSU Rinjani mulai mendaftar menjadi anggota baru. Berharap bisa mendapatkan dana PEN seperti yang dijanjikan Sri Sudarjo. Bagi anggota baru, pihak KSU menarik biaya Rp 164 ribu hingga Rp 300 ribu. Total ada 23.195 orang yang mendaftar dengan tujuan mendapatkan bantuan dana PEN tersebut.

Sri Sudarjo didakwa pasal 14 ayat (1), ayat (2), dan pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Selain itu penyidik juga menerapkan pasal 27 ayat (3) dan atau Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga :  Sesumbar Tak Bisa Ditangkap, Pelarian Bagong Terhenti di Sedau Narmada

Usai sidang, massa kembali ricuh. Itu karena majelis hakim tidak membacakan keputusan mengenai permohonan penangguhan penahanan terdakwa. Korlap aksi Febi Febiansyah menuntut majelis hakim mengabulkan penangguhan penahanan.

Ketua Majelis Hakim I Putu Hariadi berupaya menenangkan massa. Dia menyampaikan, hasil musyawarah mengenai permohonan penangguhan penahanan terdakwa akan dibacakan pada sidang selanjutnya. ”Kita putuskan pembacaan keputusan permohonan penangguhan penahanan pada sidang selanjutnya, hari Selasa (17/5),” kata Hariadi.

Usai sidang para pendemo membubarkan diri. Mereka berencana akan kembali pada sidang selanjutnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/