alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Ditinggal Sebentar, Mobil Dibobol Rp 60 Juta Digondol Maling

MATARAM-Naas menimpa Uzaemi. Pegawai Dinas PUPR NTB ini menjadi korban pencurian dengan modus keprok kaca mobil, Senin (13/7). Uang sebanyak Rp 60 juta raib.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Saat itu, Uzaemi berhenti untuk membeli buah  di Jalan R Suprapto, Mataram.

Mobil nomor polisi B 9912 HU diparkir di pinggir jalan. Jarak tempat memarkirkan kendaraan dengan penjual buah itu tak terlalu jauh. Ada sekitar lima meter.

Uzaemi asyik asyik memilih buah. Dia tak sadar, mobil merek Mitsubishi  Strada miliknya menjadi incaran para perampok.

Duarr, terdengar suara pecahan kaca. ”Saya langsung berbalik arah,” kata Uzaemi.

Dia melihat, mobil kaca bagian kanan pecah. Serta melihat seseorang masuk ke dalam mobilnya melalui jendela mobilnya. ”Saya lihat ada orang yang setengah badannya masuk ke dalam mobil,” terangnya.

Dia sempat mengejar pelaku. Namun, gagal.  “Saya tidak bisa mengejarnya. Larinya sangat cepat dan langsung naik motor dibonceng temannya ke arah utara,” ungkapnya.

Pelaku sangat gesit. Mereka berboncengan melawan arus lalu lintas ke arah utara. ”Saya kewalahan,” ujarnya.

Setelah dua pelaku itu kabur, baru Uzaemi teringat, bahwa di dalam mobil terdapat uang. ”Saya baru saja pulang dari Bank. Ada Rp 60 juta yang saya ambil,” terangnya.

Uang itu diletakkan di bangku mobil sebelah kiri. Dibungkus menggunakan kresek hitam. ”Itu uang kantor. Bukan uang saya,” akunya.

Rencananya uang tersebut dijadikan sebagai pembayaran tukang di salah satu proyek.

Sementara itu saksi mata Haerun dengan jelas melihat kejadian pencurian tersebut. Dia baru pulang dari kantornya. ”Sempat saya lihat. Pelaku itu memecahkan kaca menggunakan helm yang digunakannya,” kata Haerun.

Lalu, pelaku lari ke arah utara. Dijemput langsung oleh temannya yang sudah menunggu disekitaran pohon. ”Saya lihat dia membawa tas kresek hitam saat lari,” jelas Haerun.

Pelaku cukup kencang membawa sepeda motor.  Mereka kabur melawan arus ke arah utara. ”Saya sempat berpapasan dengan pelakunya,” ujarnya.

Cukup jelas mukanya. ”Kalau dihadirkan disini, pasti saya tanda orangnya,” terangnya.

Sementara itu, penjual buah Bayu mengatakan, pelaku itu sempat membeli nanas di dagangannya. Pelaku itu hanya membeli satu bungkus saja. ”Uangnya Rp 50 ribu-an. Saya kembalikan sisa uangnya Rp 40 ribu,” kata Bayu.

Saat membeli nanas, pelaku itu tak menggunakan masker. Mengenakan pakaian hitam dan celana hitam. ”Dia (pelaku) menggunakan helm,” bebernya.

Dia tidak menyangka kalau pria yang membeli nanas padanya adalah seorang perampok. Sehingga, dia tidak memikirkan hal negatif yang akan dilakukan pelaku. “Saya lihat dia jalan ke arah utara. Lalu membuka helm. Tetapi saya tidak kepikiran akan menghancurkan kaca mobil yang terparkir dipinggir jalan itu,” akunya.

Ketika ada suara Bayu langsung berbalik arah ke utara. ”Saya lihat setengah badan orang itu masuk ke mobil,” bebernya.

Lalu berlari ke arah utara dan naik motor dengan cara dibonceng temannya. ”Kejadian itu sangat gesit,” kata Bayu.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Mataram Iptu Erny Anggraeni membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP. ”Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Belum bisa saya terangkan lebih jauh,” kata Anggraeni.

 Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika membawa uang saat  melakukan aktifitas. Jangan sampai menjadi korban. ”Pelaku itu berani melakukan aksinya, jika ada kesempatan,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks