alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Petugas dan Napi Lapas Mataram Jalani Tes Korona

MATARAM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Seluruh Pegawai menjalani rapid tes. ”Kita lakukan kegiatan rapid tes sebagai langkah mengantisipasi adanya penyebaran virus di dalam Lapas,” kata Kalapas Mataram Susanni, Senin (13/7).

Selain petugas lapas, beberapa warga binaan juga dilakukan rapid tes. Seperti, narapidana asimilasi, tahanan pendamping. ”Tidak semua kita rapid. Mereka yang di rapid tes hanya orang yang sering berinteraksi dengan petugas,” jelasnya.

Sebenarnya, permintaan rapid tes untuk pegawai Lapas sudah dimintakan sejak mulai merebaknya virus korona. Namun, baru bisa terelisasi. ”Kita tidak ingin melewatkan hal itu. Semua petugas harus menjalani rapid,” ujarnya.

Tujuannya jangan sampai virus korona itu merebak ke dalam Lapas. Jika itu terjadi, sangat berbahaya. ”Bayangkan, berapa banyak orang yang akan tertular jika satu pegawai, warga binaan, atau penghuni lapas terjangkit virus ini,” ungkapnya.

Apalagi, kondisi Lapas over kapasitas. Tentu, sangat rentan terjadi penularan. ”Itu yang kita antisipasi,” jelasnya.

Saat ini, ada sekitar 697 warga binaan yang ada di Lapas Mataram. Sebanyak 119 warga binaan berada di Lapas yang baru. ”Lapas barunya, ada di Kuripan, Lombok Barat,” bebernya.

Pihak Lapas memang sengaja menitip sebagian warga binaan di Lapas yang baru. Agar warga binaan yang ada di Lapas Mataram tidak menumpuk. ”Warga binaan yang disini (Lapas Mataram) bisa sedikit longgar sekarang,” ujarnya.

Susanni mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, pihak Lapas juga tidak memberikan pelayanan kunjungan. Para warga binaan bisa berkomunikasi dengan keluarga melalui video call. ”Kita berikan pelayanan telpon umum dan video call bagi warga binaan untuk menghubungi keluarganya,” kata dia.

Pihak Lapas Mataram juga belum menerima seluruh narapidana. Yang boleh masuk ke Lapas Mataram hanya narapidana yang sudah divonis inkrah. ”Dengan catatan, mereka harus menjalani rapid tes dan sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” terangnya.

Ada salah satu blok di Lapas yang baru digunakan sebagai ruang isolasi. Setelah menjalani isolasi, warga binaan tersebut bisa masuk ke Lapas Mataram. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks