Sabtu, 4 Februari 2023
Sabtu, 4 Februari 2023

Tanpa Bukti Baru, Terpidana Korupsi Penyertaan Modal PT LTB Pede Ajukan PK

MATARAM-Mantan Direktur Keuangan dan Bisnis PT Lombok Tengah Bersatu (LTB) Zahrun Arbaidi mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi yang diterimanya. Terpidana kasus korupsi penyertaan modal PT LTB tersebut mengajukan PK tanpa novum atau bukti baru. ”Tidak ada novum yang disertakan,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Tipikor Mataram Abadi, Selasa (13/7).

Dalam memori PK-nya Zahrun hanya menekankan pada disparitas putusan Mahkamah Agung (MA). Menurutnya, hukuman yang diterimanya terlalu berat dibanding terpidana lainnya. ”Dasarnya hanya disparitas saja,” jelasnya.

Sebelumnya, MA memutuskan Zahrun dihukum tujuh tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Zahrun juga dibebankan membayar ganti kerugian negara Rp 552,85 juta subsider satu tahun penjara.

Baca Juga :  Dua Minggu 4.099 Pengendara Ditilang di NTB

Zahrun terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi atas modal PT LTB yang dikucurkan Pemkab Loteng Rp 1 miliar. Dia melakukan korupsi secara bersama-sama dengan Direktur Utama PT LTB Lalu Martadinata serta Direktur Marketing dan Operasional PT LTB Abdul Karim.

Lalu Martadinata divonis inkrah dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Juga dibebankan membayar ganti kerugian negara Rp 36,5 juta.

Sedangkan Abdul Karim divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Juga uang pengganti Rp 100,45 juta yang sudah dibayarkannya.

Zahrun dihukum lebih berat karena mentransfer uang Rp 700 juta ke perusahaan pribadinya PT PGC yang juga menjadi rekanan dalam usaha produksi bata ringan. Lokasi usahanya di wilayah Rembiga, Mataram. Usaha itu dikamuflase seakan-akan milik PT LTB. Padahal uang penyerataan modal itu digunakan untuk keperluan pribadi. ”Karena adanya disparitas hukuman itulah terpidana mengajukan PK,” ujarnya.

Baca Juga :  Jaksa Ungkap Keterlibatan Oknum Polisi dalam Sidang Kasus Kredit Fiktif

Abadi mengatakan, berkas permohonan Zahrun sudah diperiksa dalam sidang Senin (12/7) lalu. Selanjutnya berkas bakal dikirim ke MA. ”Segera kita kirim permohonan PK-nya ke MA,” pungkasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks