alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kasus Dana BOS SDN 19 Cakranegara, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

MATARAM-Penyidikan dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) SDN 19 Cakranegara tahun 2015-2017 tinggal menghitung kerugian negara.

”Selangkah lagi kita tetapkan tersangka,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Kamis (13/8).

Kita sudah siapkan berkas untuk ekspose bersama Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ”Kita ekspose itu untuk menentukan kerugian negara,” terangnya.

Sebelumnya, penyidk sudah melakukan audit investigasi (AI) terhadap kasus tersebut. Interval anggaran yang dihitung penyidik penggunaan anggaran tahun 2015 hingga 2017 silam. ”Kita temukan ada sekitar Rp 160 juta-an yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi, untuk menentukan kerugian negaranya perlu diperkuat hasil audit BPKP,” ungkapnya.

Setelah kerugian negaranya rampung, penyidik akan menetapkan tersangka. “Kerugian negara selesai, kita akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka,” bebernya.

Dari tiga tahun ajaran penggunaan dana BOS itu digunakan untuk pembiayaan proyek fisik, pembelian ATK, dan pembelian makanan untuk mejalankan program lainnya. ”Kita duga ada mark up dalam proyek pembangunan paving blok dan perbaikan taman. Juga ada manipulasi data penggunaan anggaran,” bebernya.

Menurutnya, ada juga juklak juknis pengelolaan dana BOS yang dilanggar. ”Penggunaan anggarannya tidak sesuai yang ditetapkan dengan juklak juknisnya,” terangnya.

Kadek Adi ini sudah memeriksa 37 saksi terkait kasus tersebut. Dari guru yang aktif hingga mantan guru dan penyedia proyek. ”Sebanyak 20 guru dan eks guru, serta 17 penyedia yang sudah diperiksa,” jelasnya.

Dalam kasus tersebut penyidik menerapkan pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. ”Kita fokuskan penyidikannya ke pasal 2 dan pasal 3,” jelasnya.

Diketahui anggaran dana BOS yang dikelola SDN 19 Cakranegara sebesar Rp 1,6 miliar. Terhitung dari tahun 2015 hingga 2017. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks