alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Jual Rumah Panggung Milik Orang Tuanya, Warga Pandansalas Mayura Disel

MATARAM-Seorang pria berinisial AR, 32 tahun, dijebloskan ke sel tahanan Polsek Lingsar. Warga Pandansalas, Kelurahan Mayura, Cakranegara, itu diduga telah menipu seorang polisi berinisial DS.

Kapolsek Lingsar Iptu I Ketut Artana menjelaskan, kasus penipuan itu berawal saat AR menawarkan rumah panggung kepada DS. Disepakati rumah panggung tersebut dijual seharga Rp 7,3 juta. ”Rumah panggung yang akan dijual itu berada di Desa Duman, Lingsar, Lombok Barat,” kata Artana saat jumpa pers, Rabu (13/10).

Polisi yang menjadi korban tersebut menyerahkan uang ke AR secara bertahap via transfer bank. Transfer pertama diberikan Rp 1 juta dan kedua Rp 6,3 juta.

Pembayaran itu dilengkapi dengan kuitansi. Setelah selesai pembayaran, DS membongkar rumah panggung tersebut untuk dibawa ke rumahnya. Tetapi dia dihalangi pemilik yang sebenarnya, yaitu Hj Noor Bajri.

Hj Noor Bajri merupakan ibu dari AR. Sang ibu tidak terima AR menjual rumah panggung tersebut. ”Akibatnya korban tidak bisa mengambil rumah panggung tersebut,” jelas Artana.

Sang polisi pun berupaya mengambil kembali uang yang sudah diserahkan ke AR. Tetapi AR enggan mengembalikannya. ”Sempat ada mediasi antara pelaku dan korban,” kata Artana.

Disepakati dalam jangka waktu tertentu AR harus mengembalikan uang DS. Namun hingga batas waktu yang disepakati, AR tetap tidak mengembalikan uang tersebut. Sehingga, kasus tersebut dibawa ke ranah hukum. ”Korban melapor ke kami,” ujarnya.

Dari laporan korban, polisi melakukan pengembangan. Setelah dipanggil secara patut, AR tidak memenuhi panggilan. ”Saat kita cari di rumah panggung tersebut pelaku tidak berada di tempat,” terangnya.

Polisi mendapat informasi, AR berada di rumahnya di Pandansalas. AR pun dijemput polisi. ”Saat kita tangkap pelaku tidak melakukan perlawanan,” ungkapnya.

AR mengakui kesalahannya. Uang milik korban sudah habis digunakan. ”Pengakuannya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan tidak mampu untuk mengembalikannya,” jelasnya.

Dari barang bukti yang didapatkan seperti kuitansi, bukti transfer, dan surat pernyataan membuat AR kini mendekam di sel tahanan Polsek Lingsar. Dia dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks