alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Tersangka Korupsi Benih Jagung Bisa Bertambah

MATARAM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB masih mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017. Disinyalir bakal ada tersangka tambahan dalam kasus tersebut. ”Jika ada yang memungkinkan menjadi tersangka kita tetapkan sebagai tersangka nanti,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Gunawan Wibisono.

Pengembangan ke tersangka lain diperdalam setelah seluruh tersangka yang terjerat dalam kasus tersebut diperiksa. ”Nanti kita dengar apa saja pengakuan dari para tersangka. Apakah menyebut orang lain atau tidak,” jelasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejati NTB telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tersebut. Mereka masing-masing Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB berinisial HF, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IWW, serta dua rekanan yaitu Direktur PT SAM berinisial AP dan PT WBS berinisial LIH.

Baca Juga :  Polda NTB Telusuri Para Calo Peneror Calon PMI Ilegal

Pengadaan benih jagung itu dilakukan dua tahap. Tahap pertama dikerjakan PT SAM dengan anggaran Rp 17 miliar. Total benih jagung yang diadakan 480 ton.

Tahap kedua dikerjakan PT WBS dengan anggaran Rp 31 miliar. Total benih jagung yang diadakan sebanyak 849 ton.

Dari perhitungan sendiri, jaksa menemukan kerugian negara pada tahap pertama Rp 8,42 miliar. Sedangkan tahap kedua kerugin negaranya mencapai Rp 7 miliar. Kerugian negara itu muncul dari benih jagung yang disalurkan tidak sesuai spesifikasi atau palsu.

Apakah memungkinkan pihak dari produsen selaku penyedia menjadi tersangka dalam kasus tersebut atau tidak? Karena disinyalir benih jagung yang disalurkan itu dikemas melalui produsen. ”Itu masih kita dalami. Apakah ada keterlibatan dari pihak produsen dalam proses pengemasan benih jagung palsu itu atau tidak,” kata Gunawan.

Baca Juga :  Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Terkait keterlibatan produsen, akan dikonfrontir dengan para tersangka. Guna memastikan apakah ada keterlibatan atau tidak. ”Nanti saja kita lihat,” ujarnya.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan menambahkan, penyidik sudah memeriksa pihak dari Kementerian Pertanian, Kamis (11/2/2021) lalu. ”Ya, orang dari kementerian itu diperiksa untuk melengkapi berkas,” katanya.

Dedi tidak memberikan keterangan materi pemeriksaan. Alasannya itu rahasia dalam proses penyidikan. ”Kalau yang itu (materi pemeriksaan) saya tidak tahu,” jelasnya.

Yang pasti, pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat saksi dan bukti dalam penanganan kasus tersebut. ”Sekarang kan berkasnya masih terus dilengkapi untuk persiapan dalam proses penyusunan rencana dakwaan bagi empat tersangka,” pungkasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/