alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Taufik Rusdi Boleh Pulang

MATARAM-Keinginan terdakwa Taufik Rusdi untuk menikahkan puteri sulungnya dikabulkan Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (14/3). Majelis hakim yang memimpin persidangannya, mengeluarkan penetapan pemberian izin kepada Taufik.

Juru bicara Pengadilan Tipikor Mataram Fathurrauzi mengatakan, penetapan untuk mengeluarkan Taufik dari Lapas Mataram diberlakukan selama dua hari. Dari hari ini hingga tanggal 16 Maret.

”Itu hasil musyawarah majelis hakim,” kata Fathurrauzi, kemarin.

Menurut dia, kebijakan yang dikeluarkan majelis hakim berlandaskan kemanusiaan. Dengan melihat kondisi terdakwa dan keluarganya. ”Yang menikah puteri sulungnya. Kita berikan dengan dasar kemanusiaan,” ujarnya.

Untuk menjalankan penetapan hakim, nantinya pihak dari kejaksaan serta kepolisian akan mengawal proses tersebut. Rencananya, hari ini Taufik akan dijemput dari Lapas Mataram untuk langsung dibawa ke Bima.

Kasipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima Wayan Suryawan membenarkan hal itu. Rencananya, Taufik akan dikawal dua anggota kepolisian serta jaksa. ”Nanti, pengawasan di lapangan kita sesuaikan dengan kondisi,” kata Wayan.

Taufik sebelumnya menjalani sidang perdana pada Selasa (12/3), dengan agenda pembacaan dakwaan. Sebelum sidang ditutup ketua majelis hakim, penasihat hukum terdakwa, Muhammad Nukman, menyodorkan surat permohonan agar terdakwa diberi izin menikahkan puterinya di Bima.

”Kami minta kebijakan hakim untuk alasan kemanusian, bisa memberi izin kepada terdakwa melaksanakan akad puterinya. Ini puteri pertamanya,” kata Nukman kala itu.

Rasuah yang dilakukan Taufik bermula di tahun 2012, Pemkab Bima melalui Dinas PU melakukan pengadaan sampan fiberglass. Sumber anggarannya berasal Dana Alokasi Khusus (DAK) Transdes Kemendagri sebesar Rp 1 miliar.

Selaku PPK,Taufik rupanya tidak pernah membuat dokumen pengadaan untuk kelengkapan proses seleksi lelang. Selain dokumen pengadaan, tidak ada rencana kerja syarat-syarat, harga perkiraan sendiri, rencana anggaran biaya, hingga gambar pekerjaan dari pejabat pengadaan.

Terdakwa juga tidak melakukan seluruh tahapan kegiatan. Dari proses pemilihan penyedian barang dan jasa hingga pelaksanaan kegiatan pengadaan sampan fiberglass. Secara keseluruhan, dokumen yang berkaitan dengan seluruh tahapan, dibuat setelah pekerjaan berakhir dengan maksud seolah-olah ada proses.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks