alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Bantuan Warga Terdampak Korona Disunat, Laporkan!

MATARAM-Tim Saber Pungli Kota Mataram terus mengawasi penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan jaring pengaman sosial (JPS).

“Kita melakukan  pengawasan langsung ke bawah. Sejauh ini kita belum temukan adanya pungli atau pemotongan atas dua program bantuan itu,” kata Ketua Tim Saber Pungli Kota Mataram AKBP Erwin Suwondo, Minggu (14/6) lalu.

Untuk mengungkap praktik pungli itu perlu dukungan masyarkat. Jika ada aparat lingkungan atau lurah yang meminta pemotongan dalam program bantuan itu silakan melapor. “Kita tidak segan-segan akan menindak dan proses hukum,” tegas polisi yang juga menjabat Wakapolresta Mataram itu.

Biasanya, aparat lingkungan atau lurah memotong uang penerima bantuan sebagai pemberian terimakasih. Padahal aturannya tidak boleh dipotong. “Lapor saja kalau ada yang seperti itu. Sejauh ini kita belum menemukan adanya indikasi permainan seperti itu,” ujarnya.

Saat ini, tim Saber Pungli Kota Mataram fokus mengawal proses pencairan JPS. Dia melihat data beserta item sembako yang dibagikan ke masyarakat. ”Apakah datanya sudah valid. Begitus juga item barang yang dibagikan, apakah sudah sesuai dengan RAB atau tidak,” bebernya.

Dia mengimbau, jika ada masyarakat yang belum mendapatkan JPS diharapkan melapor ke posko. Nanti tim akan memverifikasi datanya. ”Kalau dalam program ini, masyarkat harus proaktif,” peringatnya.

Sebelumnya, Kota Mataram ditargetkan mendapatkan 26 ribu kepala keluarga. Namun setelah diverifikasi ada pengurangan karena adanya data ganda dengan bantuan dari Kemensos dan JPS Gemilang NTB.

Saat ini, ada sekitar 19.803 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan JPS di Kota Mataram. Per kepala keluarga mendapatkan Rp 250 ribu per paket sembako. Berisi, 10 kilogram  beras, 10 butir telur, satu liter minyak goreng, makanan kaleng, empat bungkus biskuit, 1 kilogram  gula, sabun cair, dan sabun batang. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks