alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Kejari Mataram Selidiki Dugaan Penjualan Aset Desa Senteluk Lombok Barat

MATARAM-Aset lahan seluas 20,98 are milik Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar) diduga dijual. Saat ini, Kejari Mataram masih menyelidikinya.

Pengusutan tersebut diketahui setelah masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak (Ampes) berdemo di kantor Kejari Mataram, Senin (14/6). Mereka menuntut penanganan kasus penjualan aset milik Desa Senteluk tersebut.

“Kasus ini masih proses penyelidikan,” kata Kasi Intelijen Kejari Mataram Heru Sandika Triyana yang menemui massa.

Dari laporan masyarakat, lahan seluas 20,98 are tersebut diduga dijual oleh oknum pejabat desa. Diduga modusnya memanipulasi surat keterangan pelepasan hak.

Diketahui, penjualan aset tersebut mencuat karena bocornya dokumen surat keterangan yang menyatakan lahan tersebut bukan aset negara. Sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Barat (Lobar) Nomor 434 tahun 2003 tentang Pelepasan Hak atas Tanah Milik Pemda Lobar kepada pihak ketiga.

Atas dasar SK Bupati Lobar itu, lahan tersebut diduga dijual oknum dengan harga Rp 600 juta pada tahun 2015. Tetapi, setelah dicek, aset tersebut sudah tercatat sebagai aset Pemkab Lobar di Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) sejak tahun 2011. ”Terkait persoalan SK itu belum bisa kita sampaikan. Ini masih penyelidikan,” jelasnya.

Heru mengapresiasi masyarakat yang berupaya mempertanyakan progres penanganan kasus tersebut. Dia tidak bisa menjelaskan lebih detail mengenai penanganan kasus karena masih proses penyelidikan. ”Tidak bisa kita beberkan kalau masih lid (penyelidikan),” ujarnya.

Kasus tersebut menjadi salah satu atensi. Saat ini jaksa masih menyelidiki lebih dalam mengenai unsur tindak pidana korupsinya. ”Tetap jadi atensi. Apalagi ada dorongan dari masyarakat,” kata dia.

Jika ada unsur perbuatan melawan hukum dan kerugian negara, kemungkinan kasus tersebut bakal ditingkatkan statusnya ke penyidikan. ”Tunggu saja hasil penyelidikannya seperti apa nantinya,” katanya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks