alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Polresta Mataram Petakan Titik Rawan Aksi Premanisme

MATARAM-Pemberantasan aksi premanisme kini menjadi atensi kepolisian. Karena dampaknya cukup meresahkan masyarakat. Atas dasar itu, Polresta Mataram membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aksi Premanisme. ”Satgas ini dibentuk atas perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Senin (14/6).

Untuk mengantisipasi aksi premanisme, Polresta Mataram menurunkan Tim Puma beserta tim opsnal di polsek jajaran. Mereka dikerahkan untuk menangkap para preman yang melakukan pemalakan di wilayah hukum Polresta Mataram. ”Kalau ada aksi premanisme masyarakat bisa menghubungi nomor hotline 110,” pintanya.

Yang menjadi target pengawasan aksi premanisme berada di wilayah pasar, tempat wisata, terminal, ritel modern, dan tempat keramaian lainnya. Dia berharap dengan terbentuknya satgas itu bisa membuat masyarakat aman dan nyaman. ”Memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjadi tugas dan fungsi kepolisian,” ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menambahkan, pihaknya sudah menerima keluhan dari masyarakat terkait praktik premanisme. Mulai dari pedagang kecil, sopir, dan para pengunjung pasar. ”Mereka dimintai uang Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Mereka sangat resah dengan keberadaan preman,” kata Kadek Adi.

Dari keluhan masyarakat itu, polisi bergerak. Kapolresta Mataram telah menandatangani surat keputusan (SK) untuk membentuk tim memberantas aksi premanisme. ”Kita bentuk tim untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat itu,” kata dia.

Pihaknya sudah memetakan titik rawan yang kerap dijadikan lokasi pungli dan premanisme. Tim juga telah mengidentifikasi orang-orang yang melakukan aksi premanisme. “Kita akan tangkap mereka,” tegasnya.

Kadek Adi telah membagi tim menjadi tiga regu. Mereka bergerak terpisah. Menyasar sejumlah pasar, minimarket, pusat perbelanjaan, dan terminal. ”Kita sudah petakan ada 10 orang yang menjadi target kami. Mereka segera kita tangkap,” janjinya.

Tidak hanya itu, parkir ilegal juga menjadi atensi. Banyak juru parkir yang tidak terdaftar namanya di dinas terkait malah menarik uang parkir. ”Kita akan lihat nanti juru parkirnya apakah masuk di SK sebagai juru parkir resmi atau tidak. Kalau ilegal kita akan amankan dan memberikan pembinaan,” kata Kadek Adi. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks