alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Kasus Dana Desa Sesait Lombok Utara, Jaksa Temukan Indikasi Pidana

MATARAM-Penyelidikan dugan korupsi dana desa di Sesait, Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) taun 2019 terus berjalan. ”Kita temukan indikasi pidana di kasus itu,” kata Kajari Mataram Yusuf usai menghadiri Apel Tiga Pilar di Halaman Kantor Gubernur NTB, Selasa (14/7).

Namun, indikasi itu perlu diperkuat lagi. Dengan memeriksa sejumlah saksi dan melihat data yang sudah dikumpulkan penyelidik. ”Saat ini kan masih pemeriksaan saksi,” ujarnya.

Baru beberapa saksi yang sudah diperiksa. Diantaranya, Mantan Kades Sesait Aerman; Mantan Kasi Kesra, Sesait Abdurrahman; dan Bendahara Desa Sesait di tahun 2019, Mustafa Kamal. Ditambah lagi, sejumlah anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan Kades terpilih tahun 2019.

Sementara itu, sekdes Sesait yang menjabat di tahun 2019, Dedi Supriyadi sudah dilayangkan panggilan. ”Kita sudah panggil. Tetapi, saya belum tahu pasti kalau Sekdesnya hadir atau tidak,” bebernya.

Yusuf menjelaskan setelah pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata) selesai, penyelidik akan melakukan gelar. Apakah kasus tersebut akan ditingkatkan statusnya ke penyidikan atau tidak. ”Setelah gelar baru kita tentukan naik penyidikan atau tidak,” kata dia.

Yang menentukan dinaikkan status ke penyidikan juga ada dugaan kerugian negara. Untuk memenuhi itu, tentu tim bakal menghitung melalui audit investigasi terlebih dahulu. ”Nanti diperkuat dengan audit dari lembaga auditor,” terangnya.

Diusutnya kasus tersebut berawal dari temuan Inspektorat KLU. Dalam temuannya, Desa Sesait tidak memiliki laporan pertanggungjawaban APBDes 2019.

Begitu juga dengan berkas pelaksanaan pembangunan desa tahun 2019. Pejabat desa tidak mencantumkannya dalam sistem keuangan desa (Siskeudes).

Akibat temuan itu, Dana Desa Sesait tahun anggaran 2020 tidak dapat dicairkan dan program pembangunan desa terhambat.

Terkait dengan temuan tersebut, Yusuf mengatakan bahwa pihak Inspektorat belum diklarifikasi. ”Dari Inspektorat, kemarin kita panggil tapi katanya berhalangan hadir, jadi kita agendakan lagi untuk bisa hadir,” kata Yusuf.

Pada tahun 2019, Desa Sesait total  dana desa mengelola dana desa sebesar Rp 2,45 miliar.

Dalam realisasi anggarannya di tahun 2019, ada beberapa catatan yang berpotensi merugikan keuangan daerah. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks