alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Peredaran Narkoba di Sekotong Semakin Mengkhawatirkan

GIRI MENANG-Peredaran narkoba di Sekotong semakin mengkhawatirkan. Setelah menangkap bandar besar Jumat (3/7) pekan lalu, Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat (Lobar) kembali beraksi. Mereka menangkap dua orang terduga penyalahguna narkotika jenis sabu, Senin (13/7).

“Berdasarkan informasi masyarakat, tim kami melakukan penyelidikan pukul 01.00 Wita dini hari. Tim kemudian menangkap terduga di Dusun Mahoni, Desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong saat bersama temannya yang dibonceng menggunakan kendaraan roda dua,” ungkap Kasatres Narkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, kemarin (14/7).

Terduga ditangkap berdasarkan informasi masyarakat yang resah terhadap kegiatan transaksi barang haram tersebut. Saat penangkapan, Tim Opsnal memepet kendaraan terduga dan melihat rekannya melemparkan barang plastik bening yang diduga narkotika jenis sabu ke salah satu pekarangan rumah milik warga di pinggir jalan.

Saat dilakukan penangkapan, Tim Opsnal segera memanggil dua orang saksi untuk menyaksikan penggeledahan badan dan kendaraan terduga. Petugas menemukan barang bukti yang dilempar di sekitar pekarangan warga.

“Tim selanjutnya melakukan pencarian terhadap barang bukti yang dilempar dan ditemukan sebanyak 14 poket plastik bening yang diduga narkotika jenis sabu,” terangnya.

Diketahui terduga berinisial SA, 35 tahun dan MA, 32 tahun yang beralamat di Dusun Selodong, Desa Buwun Mas, Sekotong.

Barang bukti yang diamankan antara lain, satu plastik bening yang didalamnya berisi 13 poket sabu dengan berat bruto 5.54 gram. Ada juga satu klip plastik bening sabu dengan berat 1 gram. Tim juga mengamankan satu dompet cokelat dengan uang tunai Rp 2,9 juta, STNK motor atas nama I Komang Rai Putra Negara, satu unit HP Nokia, satu unit motor Yamaha X-Ride hitam, dengan nopol DK 5295 SW, dan sejumlah alat hisap. “Total sabu  yang kami dapatkan seberat 6,54 gram,” lanjut Faisal. Para pelaku kini diancam hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks