alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pembunuhan Mahasiswi Unram Terungkap, Keluarga Minta Usut Pelaku Lain

MATARAM-Misteri terbunuhnya Linda Novita Sari (LNS) akhirnya terungkap. Sang pacar berinisial RPN alias Rio, 22 tahun ditetapkan sebagai tersangka. “Pelaku membunuh dengan cara mencekik korban,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, saat press rilis penetapan tersangka, Jumat (14/8).

Hasil penyelidikan polisi mengungkap kasus bermula pada Kamis, (23/7) pagi. Korban datang ke rumah pelaku di Jalan Arofah Perumahan BTN Royal, Mataram.

Namun, dia tak menemukan Rio di rumah tersebut. “Si korban ini menghubungi Rio. Meminta Rio untuk pulang ke rumahnya yang di BTN itu,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Rio pun pulang. Setibanya di rumah itu, Linda memberitahukan kalau dirinya hamil ke Rio. “Si pelaku (Rio,Red) ini tidak percaya,” ujarnya.

Rio pun diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, Rio menolak. Disinilah cekcok terjadi.

Sekitar pukul 17.00 Wita, Rio ditelepon ibunya. Diminta segera pulang ke Janapria, Lombok Tengah (Loteng). “Namun, dijegal korban. Rio diminta untuk tidak pulang. Kalau Rio pulang, korban ini akan mengancam akan melakukan bunuh diri,” ujarnya.

Menurut polisi saat itu  Linda sudah memegang pisau. Namun, Rio pun mencoba membujuk Linda. “Korban pun merasa tenang. Dan Rio tak jadi pulang ke rumahnya yang di Lombok Tengah,” bebernya.

Tak lama berselang, Rio kembali ditelepon ibunya. Diminta untuk segera pulang.  Ketegangan kembali terjadi.  Korban masih tak berkenan jika korban pulang.

” Korban mengancam kalau Rio pulang ke rumahnya di Loteng itu, korban bakal memberitahukan ke ibunya kalau dirinya hamil,” bebernya.

Pertengkaran semakin tajam. Linda tetap pada pendirian awal, meminta kepastian Rio untuk bertanggungjawab. Tetapi, Rio tak kunjung mengiyakan.

Pada akhirnya, Linda mengambil anak panah dari  kamar dan mengacungkan ke Rio.  “Pelaku (Rio,Red) pun emosi,” ujarnya.

Rio bereaksi. Emosi tak terkontrol. Rio pun mencekik korban. “Dicekik hingga korban lemas dan tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Melihat kondisi pacar tak sadarkan diri Rio kalangkabut. Lekas,  ia mencari cara untuk menghilangkan jejak. Rio mengatur siasat agar kasus pembunuhannya tertutupi. Rio keluar rumah dan membeli tali plastik untuk menggantung jasad sang pacar di ventilasi rumah.

“Seolah-olah korban meninggal karena gantung diri,” jelas Kadek

Setelah berhasil menggantung korban dengan tali. Rio pun kabur dari rumah melalui jendela.

Rio pergi ke Bali. Menginap di salah satu hotel.

 

Sementara itu di jasad Linda pertama kali detemukan oleh kawan dekatnya Titi. Ia yang sengaja mencari Linda menemukan tubuh sang teman dalam keadaan tergantung, Sabtu (25/7). Titi pun teriak dan meminta tolong.

“Tim langsung melakukan olah TKP,” kata Artanto.

Awalnya Polisi meminta izin ke pihak keluarga Linda untuk melakukan otopsi. Guna mengetahui penyebab pasti Linda meninggal. Tetapi, permintaan izin ditolak.

Pada Minggu (26/7), almarhumah dimakamkan. Tetapi, saat jenazah dimandikan dilihat luka lebam di sekujur tubuh korban. Tak hanya itu, darah terus keluar dari kemaluan korban.

Dari kejadian itu muncul kecurigaan kalau Linda dibunuh. Senin (27/7), pihak keluarga bersama tim kuasa hukumnya dari Biro Konsultasi Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Unram bersurat ke polisi. Substansi suratnya permohonan dilakukan otopsi.

 

Polisi Diminta Usut CCTV  

Penasihat hukum  keluarga Linda Novita Sari, M Jihan Febriza mengapresiasi kinerja kepolisian. Mereka berhasil mengungkap misteri kasus kematian Linda. ”Asumsi Linda meninggal karena gantung diri sudah terbantahkan,” kata Jihan usai press rilis, kemarin.

Menurutnya, keterangan kepolisian belum membeberkan mengenai barang bukti CCTV.  Dari CCTV itu masih terlihat beberapa orang beraktivitas di rumah tersebut pada Jumat (24/7). ”Kami berharap, semua barang bukti itu dimaksimalkan, agar kasus ini semakin terang,” ujarnya.

Dengan dimaksimalkan barang bukti CCTV yang sudah diamankan tersebut, penyidikan kasus tersebut dapat lebih optimal. ”Mungkin ada pihak-pihak lain yang terlibat. Tetapi, kami tidak ingin melampaui kewenangan penyidikan.  Kami mempercayakan penanganan kasus ini ke kepolisian,” ujarnya.

Selain CCTV ada juga ditemukan minyak urut. Tetapi, pihaknya belum mengetahui hubungan minyak urut dengan penyebab kematian korban. ”Kita belum tahu hubungan kausalitas antara minyak urut dengan kematian korban,” ungkapnya.

Apakah ada dugaan dilakukan upaya aborsi yang menyebabkan Linda meninggal. Jihan tak mengetahui pasti terkait persoalan itu. ”Kami tidak ingin memberikan penjelasan diluar pengetahuan kita. Kami percayakan penanganan kasus ini ke kepolisian,” ujarnya.

”Yang pasti, kepolisian harus memaksimalkan barang bukti yang sudah diamankan saat ini,” pintanya.

”Kasus ini harus diusut hingga tuntas. Kalaupun ada petunjuk lain untuk menjerat tersangka lain,” tutupnya. (arl/r2)

 

Kronologis Pembunuhan Linda

-Kamis (23/7) pagi Linda (korban) pergi ke rumah Rio (pelaku), Jalan Arofah Perumahan BTN Royal, Mataram.

-Korban masuk ke rumah tak menemukan Rio.

-Korban menelpon Rio, meminta untuk pulang ke rumahnya di BTN.

-Menjelang sore, Rio tiba di rumah itu.

-Korban memberitahu Rio kalau dirinya hamil dan meminta tanggung jawab. Namun, Rio menolak. Dan terjadi cekcok

-Sekitar pukul 17.00 Wita, Rio ditelepon ibunya. Diminta pulang ke Janapria, Lombok Tengah.

-Korban tak mengizinkan Rio untuk pulang. Korban mengambil pisau, mengancam akan bunuh diri kalau Rio nekat pulang.

-Rio pun emosi. Lalu mencekik korban hingga tak sadarkan diri. Korban pun meninggal.

-Rio mengatur siasat untuk menghilangkan jejak. Korban digantung di ventilasi rumah. Seakan-akan Linda meninggal karena gantung diri.

-Jumat (24/7), Rio pergi ke Bali. Menggunakan pesawat Lion Air.

-Sabtu sore (25/7), jenazah korban ditemukan temannya bernama Titi dalam kondisi tergantung di rumah Rio.

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks