alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Polda NTB Tangkap Penyelundup, Satu Kilogram Sabu Lolos

MATARAM-Tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB menangkap penyelundup sabu asal Aceh berinisial HE, Minggu (13/9). Meski tertangkap, sabu seberat satu kilogram yang dibawanya lolos. Dibawa orang lain. ”Ya, kita terkecoh. Satu kilogram lolos,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (14/9).

Sekitar pukul 17.00 Wita Minggu sore, tim khusus menerima informasi akan ada pengiriman sabu seberat satu kilogram ke wilayah Lombok Timur (Lotim) via Bandara Internasional Lombok (BIL). Mereka langsung menyelidiki area bandara.

Tim yang sudah mengantongi identitas HE selaku penyelundup sabu itu dijemput seseorang menggunakan mobil. HE kemudian diantar ke salah satu hotel di kawasan bypass BIL. ”Kita buntuti hingga hotel,” kata Helmi.

HE turun di depan gerbang hotel. Masuk, kemudian check in.

Begitu sudah di dalam kamar, petugas melakukan penggerebekan. Saat digeledah, hanya ditemukan sabu seberat 50 gram. ”Sabu itu disimpan di celana jeans di dalam kopernya,” tuturnya.

HE mengaku sabu satu kilogram itu sudah dibawa seseorang yang menjemputnya di bandara. Ternyata sabu yang diselundupkan itu sudah dipecah di dalam mobil. Modus itu digunakan untuk mengelabui polisi. ”Rupanya, penyelundup narkoba sudah membaca cara kami melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Biasanya, tim khusus menangkap para penyelundup sabu ketika berada di hotel. Petugas mengira mobil yang menjemput pelaku adalah angkutan online. ”Biasanya kita menangkap para penyelundup di hotel, sebelum penyelundup itu janjian bertemu untuk menyerahkan barang. Di situ kami terkecoh,” ucapnya.

Helmi mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas sopir yang menjemput HE di bandara. ”Kita masih kejar dia,” katanya.

Saat ini para bandar dan penyelundup semakin cerdik. Mereka memiliki berbagai cara untuk mengelabuhi polisi. ”Saya berharap, pelaku yang membawa satu kilogram sabu itu segera ditangkap,” harapnya.

Sementara, HE sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dia dijerat pasal 114 dan atau pasal 112 ayat  (2) Undang-undang Narkotika. Dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks