alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Mayat Rusak, Polri Sulit Identifikasi Jasad Mrs X Senggigi

MATARAM-Polisi masih berupaya mengungkap identitas mayat yang di temukan di Jalan Raya Senggigi, Lombok Barat (Lobar) pekan lalu. Tim Inafis Mabes Polri turun tangan mengungkap kasus tersebut. ”Ya, tim Inafis dari Mabes sudah bekerja,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, kemarin (14/2).

Datangnya, tim Inafis untuk mencari identitas melalui sidik jari. Tak hanya itu, mereka juga melakukan sketsa wajah jenazah. ”Tim belum menyimpulkan hasil pemeriksaannya,” ungkapnya.

Meski sidik jari jenazah sudah rusak, tim tetap berupaya  mendapatkan identitas korban. ”Ada yang didapat, tetapi sepertinya kurang maksimal wajah korban sudah membengkak,” bebernya.

Begitu juga dengan sket wajah korban, sudah didapat. Namun, Artanto enggan untuk membeberkan. ”Tidak untuk disebarkan,” ujarnya.

Polisi hanya membeberkan ciri-ciri korban. Seperti, tinggi badan korban 158 sentimeter, usia 17 tahun ke atas, bentuk muka dan hidung bulat, bibir tipis, dahi lurus, alis tebal, dan rambut lurus panjang 25 sentimeter. “Bagi masyarakat yang memiliki keluarga atau kerabat yang hilang dengan ciri-ciri seperti itu, silakan melapor ke Polda,” ungkapnya.

Selain melakukan upaya itu, tim juga mengambil DNA dari korban. Langkah itu dilakukan untuk mengencek identitas korban. ”Sudah ada masyarakat yang datang untuk tes DNA. Tidak terlalu banyak yang melakukan tes DNA,” bebernya sebagai pembanding. Tetapi, belum ada yang cocok,” jelasnya.

Sejauh ini, sudah ada 22 saksi yang sudah diperiksa. Masyarakat serta orang-orang yang berada di TKP.  ”Tim di bawah masih terus bekerja,” jelas Artanto.

Beberapa CCTV di sekitar Senggigi juga diperiksa. Itu menjadi petunjuk. ”Sekarang masih dalam proses analisa,” bebernya.

Artanto tak menyebut target identitas korban Mrs X dapat diungkap. ”Kita masih upayakan. Kalau kita sih maunya  secepatnya. Tetapi, kan harus melalui prosedur,” ucapnya.

Terkait pemakaman jenazah, Artanto belum bisa memastikan kapan dilakukan. Menurutnya, saat ini penyidik masih membutuhkan jenazah. ”Kalau kapan mau dimakamkan, saya tidak tahu,” jelasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks