alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Staf Salah Satu Sekolah Negeri di Mataram Tertangkap Bawa Narkoba Rp 500 Juta

MATARAM-Di masa tanggap darurat penanganan Covid-19 tim BNN NTB tak mengendorkan pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika. Tim Pemberantasan berhasil membekuk seorang kurir narkoba, Jumat (10/4) lalu. “Kita tangkap pelaku berinisial SHB di sekitaran Jalan Panca Usaha, Cakranegara,” kata Kepala BNN NTB Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra, Selasa  (14/4) lalu.

Pria asal Dasan Agung, Mataram, itu dibekuk usai mengambil paket di kantor bus antar kota. Modusnya, pelaku berusia 27 tahun itu mengambil paket baju. ”Memang untuk mengelabui petugas paket itu diisi tas jining wanita dan celana,” ujarnya.

Setelah dibongkar lebih mendetail, ternyata paket tersebut berisi narkoba. Berisi narkoba jenis sabu dan ekstasi. ”Dua narkoba itu dibungkus menggunakan plastik,” kata dia.

Narkoba jenis sabu dibungkus menggunakan dua plastik. Masing-masing isinya 101,4 gram dan 99,07 gram.  ”Sabu itu dibungkus dengan rapi,” bebernya.

Sedangkan pil ekstasinya dibungkus menggunakan lima plastik. ”Total isinya 489 butir atau setara 157,81 gram,” terangnya.

Dari hasil interogasi, pemuda yang keseharian bekerja sebagai staf bidang kebersigan  salah satu SMKN di Mataram itu disuruh seseorang. Paket tersebut dikirim melalui Dompu. ”Tersangka disuruh seorang bandar,” kata Sugianyar.

Tim masih menyelidiki lebih dalam siapa otak pengiriman barang haram tersebut. Sejauh ini, masih dilakukan pelacakan melalui handphone yang dijadikan sebagai alat komunikasi. ”Kita masih telusuri bandarnya,” ujarnya.

Tim berantas sebenarnya bakal langsung mengembangkan kasus tersebut. Hanya saja, orang tim kehilangan jejak yang diduga sebagai pemesan barang tersebut. “Begitu SHB tidak mengantarkan paket tepat waktu, pemesannya sudah menghilang terlebih dahulu,” kata dia.

Saat ini, pelaku masih enggan menyebut identitas orang yang menyuruhnya. Dia hanya berkomunikasi via whatsapp. ”Selama kurun waktu dua bulan terakhir, pelaku sudah mengirim tiga kali paket. Sebelumnya lolos, dan baru ketika akan mengirim paket yang keempat kali baru tertangkap,” jelasnya.

Setiap pengiriman, SHB mengaku mendapatkan upah Rp 850 ribu. Dia terpaksa melakukan itu karena desakan ekonomi. ”Dia hanya sebagai petugas kebersihan di salah satu sekolah,” bebernya.

Sugianyar menjelaskan, harga sabu ini diperkirakan mencapai Rp 500 juta. ”Dengan penangkapan ini, sekurangnya kita sudah menyelamatkan 3.000 orang dari penyalahgunaan narkotika,” terangnya.

Dari hasil tes urine, pelaku negatif konsumsi narkoba. Dia sudah lama tidak mengkonsumsi narkoba lagi.

Dari perbuatannya, SHB dijerat pasal 112 dan atau 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya paling lama 20 tahun penjara.  (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks