alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Terdakwa Kasus RTG Dituntut Lima Tahun Penjara

MATARAM-Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek rumah tahan gempa (RTG) L Nu’mansyah, Samsul Anwar, dan Doni Bayangkari  mendengarkan tuntutan JPU kemarin (15/4). Ketiga fasilitator di Desa Teratak, Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) itu dituntut lima tahun penjara. ”Tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) semuanya lima tahun,” kata Juru Bicara PN Tipikor Mataram Fathur Rauzi, kemarin (15/4).

Selain itu, ketiga terdakwa juga dibebankan membayarkan denda Rp 200 juta. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama dua bulan.

Menurut jaksa, para terdakwa bersalah sesuai dengan dakwaanya. Yakni, Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor  20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. ”Sidang bakal dilanjutkan pekan depan dengan agenda pleidoi,” ujarnya.

JPU berpendapat, tindakan yang dilakukan terdakwa terbukti meminta fee proyek RTG dari Pokmas Amanah di Dusun Montong Dao. Mereka tertangkap tangan tim Satreskrim Polres Lombok Tengah (Loteng).

Pada operasi tangkap tangan tersebut ditemukan barang bukti berupa uang Rp 5,2 juta. Uang tersebut diberikan Jauhari Mukti Aminullah selaku Direktur CV FAS.

Pemberian uang tersebut sebagai pembayaran janji atas fee sebanyak dua persen yang diminta ketiga terdakwa. Uang tersebut dicatut dari anggaran pencairaan termin pembayaran proyek RTG.

Diketahui, CV FASana Alam Semesta mendapatkan kontrak dengan Pokmas Amanah Rp 650 juta. Anggaran itu untuk pembangunan rumah rusak berat bagi 13 kepala keluarga.

CV FAS menerima pembayaran melalui tiga termin. Termin pertama dibayarkan Rp 50 persen, selanjutnya 30 persen, dan terakhir 20 persen.

Pada pencairan termin terakhir, perusahaan tersebut menerima uang Rp 130 juta. Pihak aplikator terpaksa memberikan karena ditagih terus. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks