alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Bantuan Korona, Kades Bukit Tinggi Lobar Bantah Lakukan Pungli

GIRI MENANG-Pemerintah Desa Bukit Tinggi diterpa isu tak sedap. Kepala Desa Bukit Tinggi Ahmad Muttakin bersama sejumlah kepala dusun dilaporkan ke Polres Mataram dan Polda NTB. Kaitannya dengan dugaan pungutan liar penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

“Itu Hoax. Tidak benar ada Pungli, silakan ditanya ke masyarakat langsung,” jelas Kepala Desa Bukit Tinggi Ahmad Muttakin kepada Lombok Post, Senin (15/6).

Ia menyayangkan ulah segelintir orang yang berupaya merusak nama baik desa. Lantaran, mereka membuat laporan ke Polres Mataram dan Polda NTB kaitan dengan Pungli BLT DD. Beberapa orang kepala dusun pun akhirnya dipanggil atas persoalan ini. Mereka semua telah melakukan klarifikasi kepada aparat kepolisian.

“Kalau saya tidak dipanggil. Hanya mendampingi,” jelas Muttakin menepis isu yang beredar di media sosial jika ia ditahan aparat kepolisian.

Hasil klarifikasi dan pemeriksaan pihak Polres Mataram maupun di Polda NTB, tidak ditemukan bukti apapun terkait dugaan pungli penyaluran BLT DD di Desa Bukit Tinggi. Hanya keterlambatan dokumen administrasi. Sehingga persoalan ini menurut Muttakin sudah beres.

Justru, ia kini mencari tahu sejumlah pihak yang diduga memanfaatkan situasi ini. Memprovokasi warga seolah-olah memang ada pungutan liar. “Mereka juga nge-share di media sosial dan media online,” sesalnya.

Oknum yang dinilai menunggangi masalah ini diduga adalah lawan politik di Pilkades lalu. Sehingga ia sangat menyayangkan ulah sejumlah warga yang justru ingin menjatuhkan nama baik desa.

“Saya diisukan ditahan. Ini saya di kantor desa, pelayanan kami berikan seperti biasa. Jadi hoax itu (informasi yang beredar),” ungkapnya kecewa.

Kades menegaskan jika pihaknya sudah menyalurkan bantuan sesuai aturan. Jika ada persoalan lain di bawah, itu menurutnya berdasarkan kesepakatan dari warga sendiri. Tidak ada arahan atau permintaan dari pemerintah desa.

Diketahui, informasi yang berkembang, Pemerintah Desa Bukit Tinggi diisukan melakukan pemotongan BLT DD sebesar Rp 150 ribu. Dari total yang seharusnya diberikan Rp 600 ribu. Hal inilah yang dibantah pemerintah desa.

NN, salah satu warga Desa Bukit Tinggi memberikan informasi kepada Lombok Post memang tidak pernah ada arahan atau paksaan bagi warga untuk potongan atau yang lainnya. “Hanya ikhlas dan sukarela warga saja membagi untuk diberikan ke warga yang belum dapat,” tuturnya.

Sekretaris Dinas PMD Lobar Heri Ramadan yang dikonfirmasi mengenai persoalan ini mengaku belum mendapat informasi mengenai persoalan di Desa Bukit Tinggi. “Saya belum terima laporan,” aku Heri. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks