alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Tindak Pidana Narkoba Tuntas, Selanjutnya Fokus Memiskinkan Mandari

MATARAM-Penyidikan kasus penyalahgunaan narkoba beres. Kini penyidik Ditresnarkoba Polda NTB fokus menangani kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tersangka bandar sabu berinsial NJD alias Mandari.

”Tindak pidana narkotikanya sudah menjadi wewenang jaksa. Sambil jalan proses hukumnya, kami juga semakin fokus menyelesaikan kasus TPPU-nya,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombespol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Rabu (15/6).

Pengusutan TPPU sebagai komitmen Ditresnarkoba Polda NTB membasmi para bandar narkoba di NTB. “Tidak ada toleransi bagi bandar narkoba. Kita miskinkan mereka,” tegasnya.

Menurutnya para bandar narkoba telah merusak generasi muda. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Para bandar ini adalah musuh negara sesungguhnya,” tandasnya.

Baca Juga :  Kisah Lalu Deni Anak Buruh Galian Pasir yang Lulus Jadi Polisi

Pada kasus TPPU, penyidik telah memetakan asset-aset milik Mandari. Mulai dari barang bergerak dan tidak bergerak. ”Asetnya miliaran,” jelasnya.

Untuk memperkuat bukti, Ditresnarkoba Polda NTB menggandeng Pusat Pelaporan Analis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Segala transaksi keuangan Mandari dan suaminya sudah dikantongi. ”Itu menjadi rahasia negara. Tidak bisa saya sebutkan nilai transaksinya,” kelit Helmi.

Diketahui peran Mandari terungkap setelah polisi menangkap anak buahnya berinisial RANA alias Agung. Dari tangan Agung ditemukan barang bukti sabu 1,9 gram dan uang Rp 16,9 juta.

Agung mengaku menerima barang dari GS alias Sandi. Polisi berhasil menangkap Sandi saat bersama Mandari dan beberapa orang anak buahnya di sebuah hotel di Lombok Tengah. Dari pengakuan Sandi barang yang diedarkan Agung itu berasal dari Mandari.

Baca Juga :  Polda NTB Bentuk Timsus Tangani Kasus Pemerkosaan Wanita Disabilitas

Menurut penyidik, Mandari bisa terseret dalam kasus tersebut diperkuat dengan hasil cellebrite (penyedotan data percakapan di ponsel meski sudah terhapus) WhatsApp group bernama “Akatsuke Baru”. Mandari bertindak sebagai admin. Sehingga dalam kasus tindak pidana narkotikanya dijerat pasal 114 juncto pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (tim)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/