alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pengakuan Kurir Narkoba, Dari Batam ke Lombok, Tahan Sakit, Simpan Sabu Dalam Dubur

MATARAM —BNN NTB menggandeng Bea Cukai dan PT AP 1 LIA melakukan operasi pemberantasan narkoba selama sepekan. Dari tanggal 3 hingga 9 Maret. ”Kita mengerahkan tim dan anjing pelacak memeriksa penumpang dan barang bawaanya,” ungkap Kepala BNN NTB Brigjen Pol I Gede Sugianyar.

Hasilnya pada 7 Maret, tim membekuk penumpang berinsial IR. Pria asal Batam itu diduga membawa sabu. Itu setelah anjing pelacak mengendus tubuhnya. ”Awalnya, kita kesulitan menemukan barang bukti. Karena, dibarang bawaannya tidak ditemukan apapun,” ungkapnya.

Anjing pelacak pun tak berhenti memberikan petunjuk. IR pun tetap mengelak. Cara itu, untuk mengelabuhi petugas. ”Setelah sekian lama diperiksa, akhirnya IR pun menyerah dan mengaku,” ungkapnya.

IR menyimpan narkoba jenis sabu itu di dalam duburnya. Petugas memintanya untuk mengeluarkan narkoba itu. ”Dari dalam dubur pelaku terdapat dua bungkus sabu. Beratnya 150 gram,” terangnya.  

Keesokan harinya, tim mengembangkan kasus. IR diminta menghubungi penerima pesanannya. Dia diminta melakukan pertemuan.

Sekitar pukul 04.00 Wita, dua orang penerima berinisial MR, 41 tahun asal Lombok Timur dan supirnya RB, 47 tahun asal Lombok Tengah janjian bertemu di Jalan By Pass Bandara. Ketika mereka akan transaksi penerimanya langsung ditangkap. ”Ketiganya berhasil kita tangkap,” ungkapnya.

Tim melanjutkan operasi. Pada 9 Maret tim kembali menjalankan operasi. Mereka mendapatkan penumpang dari Batam berinisial ZW, 22 tahun. Modus pria asal Madura Jawa Timur itu sama seperti IR. ”Berat barang bukti yang dibawa ZW 58 gram,” terangnya.

Selanjutnya, tim mengembangkan kasus tersebut ke pemesannya. Tak lama berselang, tim menangkap pria asal Pujut Lombok Tengah berinisial AH yang diduga sebagai pemesan sabu.   

Dari interogasi yang dilakukan tim BNN NTB, terbongkar IR dan ZW memiliki bos yang berbeda. IR mengaku, sudah dua kali mengirim narkoba jenis sabu ke Lombok. ”Sebelumnya, IR mengirim ke wilayah Ampenan,” kata Kabid Pemberantasan BNN NTB AKBP Denny Priadi.

IR dan ZW mendapatkan upah yang berbeda. Tergantung dari jumlah barang yang dibawanya. ”IR dijanjikan upah Rp 10 juta per sekali pengiriman dan ZW diupah Rp 5 juta,” kata Denny.

Mereka mendapatkan upah setelah barang sampai ke penerima. ”Upahnya nanti dikirim secara transfer,” ujarnya.

Dari pengakuan IR dan ZW, dia disuruh orang tak dikenal dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Namun, Denny tak menyebutkan pemesan maupun pengirimnya dari Lapas mana. ”Itu masih dalam proses penyidikan. Kita masih dalami,” ungkapnya.

Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  masih mengandalkan orang luar untuk mengedarkan narkoba. Mereka menggunakan alat komunikasi berupa handphone ke dalam Lapas untuk menjalankan aksinya. ”Bukan hanya di kasus ini saja narkoba dikendalikan dari dalam Lapas. Beberapa kasus sebelumnya yang sudah kita ungkap juga dikendalikan dari Lapas,” kata dia.

Masukkan Narkoba ke Dubur Tanpa Bantuan Dokter

Seorang pelaku berinisial IR memiliki pengalaman menyelundupkan narkoba dari dalam dubur.  Dia sudah beberapa kali menyelundupkan narkoba ke beberapa daerah. ”Sering ke daerah lain,” kata IR saat diintrogasi Kabid Pemberantasan BNN NTB AKBP Denny Priadi, akhir pekan lalu.

Untuk ke wilayah Lombok baru dua kali. Sebelumnya sempat lolos. ”Saya kirim ke Ampenan,” jelasnya.

Pertama kali memasukkan narkoba jenis sabu ke dalam dubur terasa sakit. Sabu dibungkus dengan plastik bening, lalu dilakban, dibungkus dengan kondom dan dimasukkan menggunakan pelumas. ”Itu saya masukkan sendiri. Tanpa ada bantuan dokter,” kata IR.

Pertama, dia hanya mengirim narkoba sedikit. Hanya satu gulungan saja. Setelah terbiasa, dia menambah jumlah narkoba ke dalam duburnya. ”Kalau sekarang saya sudah bisa mengirim dua bungkusan narkoba,” terangnya.

Sepanjang perjalanan, dia merasakan ingin BAB. Tetapi, dia terus menahanannya.  ”Kalau di pesawat memang terasa seperti orang ingin BAB,” ujarnya.

Jika tak bisa menahannya, bisa-bisa, barang haram yang disimpan di dalam dubur itu bisa keluar. ”Ngeden sedikit saja, barang itu keluar,” kata dia.  (suharli/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks