alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Bubarkan Balapan Liar di Mataram, Ada Anak SD dan SMP Ikut Terjaring

MATARAM-Jalan Airlangga dan Jalan Udayana, Mataram, dirazia polisi Jumat dini hari (16/4/2021). Dalam operasi tersebut, polisi menjaring 14 orang. Dua di antaranya berstatus pelajar. “Satu orang masih kelas 6 SD, satunya lagi masih SMP,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa.

Operasi gabungan yang melibatkan seluruh satuan kerja (Satker) Polresta Mataram itu dilakukan karena banyaknya pengaduan masyarakat. Dua ruas jalan tersebut kerap dijadikan lokasi balap liar sepeda motor dan balapan lari. ”Itu cukup meresahkan masyarakat,” kata Kadek Adi.

Hasil pemantauan lapangan, di kawasan tersebut memang cukup ramai. Banyak anak muda nongkrong dengan sepeda motornya. “Seperti pasar malam,” ungkapnya.

Saat digerebek, para pelaku balap liar bersama komplotannya lari berhamburan. Bahkan ada yang melawan jalur untuk menghindari polisi. ”Mereka semua kabur. Yang kita amankan hanya 14 orang beserta delapan sepeda motor,” terangnya.

Dari pemeriksaan kendaraan, sebagian dari mereka yang diamankan bisa menunjukkan surat kendaraannya. Ada juga yang tidak memiliki surat-surat dengan alasan tertinggal di rumahnya. “Kita sudah meminta pihak keluarga untuk memperlihatkan surat-suratnya,” ujarnya.

Kadek Adi belum menyimpulkan apakah di antara motor yang diamankan tersebut ada hasil dari tindak pidana curanmor atau tidak. Seluruh kendaraan masih dalam pemeriksaan lanjutan oleh Satlantas Polresta Mataram. ”Untuk sementara tidak ada sepeda motor bodong yang kita amankan,” ujarnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satlantas untuk melakukan penilangan terhadap sepeda motor yang diamankan. ”Kita tilang supaya mereka jera. Bahkan perintah kapolresta Mataram lebih tegas, sepeda motornya bisa diambil setelah Lebaran,” ujarnya.

Tujuannya tindakan tegas itu, agar anak-anak muda yang terjaring dalam operasi gabungan tersebut tidak lagi mengulangi perbuatannya. ”Sekarang kita kembalikan, mereka malah berulah lagi,” ujarnya.

Satreskrim Polresta Mataram juga telah memanggil orang tua beserta aparat lingkungan tempat tinggalnya guna proses pembinaan kepada anak muda yang diamankan. Supaya tidak keluyuran hingga larut malam yang dapat mengganggu kondusivitas masyarakat dalam menjalankan ibadah di malam hari. ”Kita berikan pemahaman dengan orang tuanya. Dan menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” kata Kadek Adi.

Kegiatan operasi malam di bulan Ramadan bakal terus berlangsung. Sesuai dengan perintah langsung dari Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal untuk menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). ”Operasi ini bakal terus berlanjut selama bulan Ramadan. Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat muslim menjalankan ibadah di bulan Ramadan,” tutupnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks