alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Kerugian Negara Proyek RSUD KLU Kecil, Kajati: Penyidikan Jalan Terus

MATARAM-Kejati NTB belum menyimpulkan hasil penyidikan kasus pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Lombok Utara. Terakhir, penyidik telah berkoordinasi dengan auditor dari Inspektorat.

Hasil audit, temuan kerugian negara tidak terlalu signifikan. ”Temuan auditor hanya sekitar Rp 30 juta-an,” kata Kajati NTB Tomo Sitepu saat ditemui di kantornya, Jumat (16/4).

Tomo menegaskan, meski kerugian negaranya tidak signifikan, penyidikan kasus tersebut tetap berjalan. Perlu dilihat apakah dalam kasus tersebut ada mens rea-nya (niat melakakukan kejahatan) atau memang kesalahan administrasi. “Kalau ada mens rea, kita akan tindak tegas. Kalau kesalahan administrasi kita akan kembalikan ke APIP (aparat pengawas intern pemerintah),” kata dia.

Penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Karena harus menunggu hasil gelar perkara dengan tim. ”Belum kita tetapkan tersangkanya,” ujarnya.

Dalam proyek tersebut, pembangunan IGD dikerjakan PT Batara Guru Group dengan harga penawaran Rp 5,1 miliar. Sedangkan pembangunan ICU dikerjakan PT Apro Megatama dengan harga penawaran Rp 6,4 miliar.

Sementara itu pada pasal 7 ayat (5) Memorandum of Understanding (MoU) Nomor 119-49 Tahun 2018 antara Kemendagri, Kejaksaan, dan Kepolisian menyebutkan apabila terdapat kerugian negara atau daerah  harus dikembalikan selambat-lambatnya 60 hari setelah diproses melalui tuntutan ganti rugi atau tuntutan perbendaharaan. MoU itu belum tentu menjadi dasar untuk penanganan korupsinya. ”Jangan mentang-mentang ada MoU itu semuanya harus dikembalikan ke APIP. Harus dilihat apakah ada niat jahat, kasusnya tetap kita lanjutkan,” tegasnya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Seperti Direktur RSUD KLU dr Syamsul Hidayat, pejabat pembuat komitmen, dan rekanan. ”Semua sudah kita periksa,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks