alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Kabur ke Kalimantan, Buron Pencurian Tertangkap di Gunungsari

GIRI MENANG-Tim Puma Polres Lombok Barat (Lobar) memborgol buronan berinisal AE, 37 tahun. Pencuri spesialis “bedah rumah” pencurian ini berhasil ditangkap meski berusaha melarikan diri di persawahan di Gunung Sari.

“Sebelumnya pelaku sempat melarikan diri ke Kalimantan untuk menghindari penangkapan. Ia mengetahui salah satu rekannya berinisial SA sudah tertangkap terlebih dahulu,” ungkap Kasatreskrim Polres Lobar AKP Dhafid Siddiq.

Namun, beberapa hari terakhir tim Puma Polres Lobar mendapat informasi jika AE berada di Lobar. Sehingga tim bergerak cepat mencari tahu keberadaanya. Setelah keberadaanya diketahui, AE akhirnya ditangkap di perbatasan Kota Mataram dan Lobar Senin, (15/6) sekitar pukul 04.00 Wita dini hari.

“Pelaku juga merupakan DPO Polres Loteng,” beber Shiddiq.

AE diketahui telah melakukan pencurian dengan pemberatan bersama rekannya SA pada hari Minggu tanggal 10 Maret 2019 lalu. Sekitar pukul 03.00 Wita, ia beraksi di TKP Dusun Karang Kebon Barat, Desa Bagek Polak, Kecamatan Labuapi.

Di tahun 2020, pelaku kembali melakukan aksinya di desa yang sama. AE masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela dan langsung mengambil barang -barang berharga milik korban yang sedang istirahat.

Nekatnya, korban yang menjadi target pencurian tersebut merupakan salah seorang anggota Polri di Satuan Binmas Polres Lobar. “Korban merupakan anggota kami, dan kami telah mengamankan sejumlah barang bukti yang dibawa oleh pelaku di dua TKP berbeda,” ujarnya.

Barang bukti yang disita dari kediaman pelaku di TKP wilayah Lobar diantaranya satu unit Handphone, satu unit parang, dan satu buah Cukit. Sedangkan barang bukti di TKP Mataram yang diamankan antara lain satu unit motor Honda Beat dengan Nomor Polisi DR 2824 QT, dua parang, lima obeng, 11 buah senter, satu kunci inggris, serta empat tas.

Ada juga buku Tabungan Bank NTB serta sejumlah uang tunai Rp 2.871.000 telah diamankan pihak kepolisian.

Saat ditangkap aparat, AE sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Tim melakukan pengejaran saat pelaku dibonceng rekannya hingga di perbatasan Mataram–Lobar. “Pelaku membuang kendaraannya dan melarikan diri menuju sawah. Namun Tim kami segera menangkap pelaku dan mengumpulkan barang bukti yang ada untuk dibawa ke kantor,” jelas Kasatreskrim.

Rekan AE, inisial SA sudah lebih dulu diamankan dan saat ini sedangkan menjalani vonis hukuman di LP Mataram. Atas perbuatannya, AE dijerat hukuman Pasal 363 dan diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks