alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Kawin Sesama Lelaki, Kejaksaan Minta Pernikahan Mita-Mu Dibatalkan

MATARAM-Pernikahan sesama jenis pria berinisial SU alias Mita 25 tahun dengan MU 31 tahun  menjadi perhatian publik. Kejati NTB merespons   persoalan itu. ”Kita sudah meminta permohonan pembatalan pernikahan mereka ke Pengadilan Agama (PA) Giri Menang, Lombok Barat,” kata Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto, Selasa (16/6).

Dasar jaksa memohonkan pembatalan pernikahan itu berdasarkan pasal 26 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Disebutkan, perkawinan yang dilangsungkan di muka pegawai pencatat perkawinan yang tidak berwenang, wali-nikah yang tidak sah atau yang dilangsungkan tanpa dihadiri oleh dua orang saksi dapat dimintakan pembatalannya.

”Yang boleh membatalkan  para keluarga dalam garis keturunan lurus keatas dari suami atau isteri, jaksa, dan suami atau isteri,” terangnya.

Pihak jaksa melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) sudah mendaftarkan permohonan pembatalan tersebut ke PA Giri Menang, Senin (15/6) lalu. Dari website SIPP PA Giri Menang sudah tercatat permohonan pembatalan pernikahan dari jaksa Nomor 540/Pdt.G/2020/PA.GM.

Baca Juga :

Kasus Pernikahan Sejenis, MU Akan Laporkan Kaling, Lurah dan KUA ke Polda NTB

Pernikahan Sesama Jenis Buyar, Dukcapil Mataram Lacak Pemalsuan KTP dan KK

Kasus Pernikahan Sejenis di Lobar, Mita Berencana Laporkan Balik Mantan “Suami”

Mita sebagai termohon I dan MU sebagai termohon II. ”Kita tinggal menunggu pemanggilan untuk proses sidang dari Pengadilan Agama,” kata dia.

Apabila hakim sudah mengabulkan permohonan pembatalan nikah, secara langsung register akta pernikahannya gugur. ”Tidak tercatat lagi di akta pernikahan di KUA (Kantor Urusan Agama),” terangnya.

Nanang mengatakan, wali nikah yang menikahkan mereka itu tidak sah. Karena dari hasil penelusuran tim, orang tua Mita masih hidup. ”Dia (Mita, Red) merupakan anak ke enam dari tujuh saudara. Bapaknya tidak hadir dalam pernikahan itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Mita mengaku hanya hidup sebatang kara. Tidak memiliki keluarga dan orang tuanya sudah meninggal. ”Padahal faktanya tidak,” bebernya.

Mita bisa menikah dengan Mu lantaran memalsukan identitasnya. Sehingga, aparat lingkungan dan KUA kecolongan menikahkan mereka yang notabene sama-sama berjenis kelamin laki-laki. ”Ijazah dan kartu tanda penduduk (KTP) dipalsukan,” terangnya.

Baca Juga Pengakuan Mantan “Suami” Mita :

Curhat MU Mantan Suami Mita (1) : Kencan Pertama di Udayana, Terpedaya Hingga Malam Pertama

Curhat MU Mantan Suami Mita (2) : Menikah dengan Mahar Rp 500 Ribu dan Air Zamzam

Sementara terkait dengan persoalan pemalsuan identitas tersebut, itu menjadi ranah penyidik kepolisian. Karena saat ini,  pemalsuan identitas Mita alias Supriadi masih ditangani penyidik. ”Nanti, pada saat proses penuntutan baru ranah kami. Kasus ini menjadi atensi pimpinan untuk melakukan tuntutan maksimal terhadap terdakwa nantinya,” kata Nanang.

Permohonan pembatalan nikah yang diajukan jaksa bukan kali pertama. Pada tahun 1992, pihak jaksa melalui bidang Datun juga sudah memohonkan pembatalan pernikahan. ” Di data kami, pernah mengajukan permohonan terhadap perkawinan berbeda agama antara orang Indonesia dengan Warga Negara Asing (WNA),”  bebernya. (arl/r2)

Baca Juga Pengakuan Mita : Pengakuan Mita Sebelum Nikah Suami Tahu Dirinya Lelaki

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Investasi Triwulan II di NTB Turun, Pencapaian Pertambangan Tertinggi

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks