alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Anggota Polda NTB Kena Sanksi Disiplin

MATARAM-Personel Polda NTB terkena sanksi disiplin. Itu setelah yang bersangkutan melakukan pelanggaran dan telah menjalani sidang.

“Sekarang sedang menjalani sanksi dalam penempatan khusus dan tindakan disiplin lainnya,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, Kamis (16/7).

Dalam sidang, personel tersebut mengakui kesalahannya terkait konten testimoni yang dibuatnya tidak sesuai dengan identitas asli yang seharusnya. Atas perbuatannya tersebut, dia telah meminta maaf kepada yang merasa dirugikan sesaat sebelum sidang ditutup.

“Sidang dan sanksi disiplin terhadap salah satu personel Bid Humas Polda NTB tersebut, karena dalam tugasnya dipandang ceroboh dan atau melanggar disiplin atau aturan kedinasan, sehingga karena kecerobohannya itu berdampak merugikan pihak lain,” kata Artanto.

Dijelaskan, kasus yang membelit personel Bid Humas tersebut merupakan tugas yang diberikan, guna memperkuat patriotisme kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Namun yang kita sesalkan atau sayangkan, dalam penugasannya terperiksa tidak melaporkan hasil pekerjaannya kepada pimpinan. Artinya, yang bersangkutan bertindak atas nama pribadi, saat memposting hasil pekerjaannya di media sosial,” jelasnya.

Selaku pimpinan, pihaknya atas nama institusi Bid Humas dan Korp Bhayangkara dalam hal ini Polda NTB, meminta maaf atas tindakan yang tidak sesuai aturan personel tersebut.

“Dan kami pastikan hal serupa tidak akan terjadi lagi. Ini merupakan pelajaran berharga bagi semua personel Korps Bhayangkara dalam menjalankan tupoksi,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam sidang disiplin yang digelar 10 Juli 2020 lalu, terperiksa berinisial LG dinyatakan bersalah melanggar Pasal 4 huruf “d” dan Pasal 5 huruf “a”, Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri. Putusan terhadap terperiksa berupa teguran tertulis, demosi, dan menjalani sanksi penempatan di tempat khusus selama tujuh hari.

“Setelah dibacakan putusan sidang kami tanyakan kembali kepada terperiksa terkait putusan itu, dan terperiksa menyatakan menerima semua putusan sidang,” kata Kabid Humas yang memimpin sidang disiplin itu.

Usai sidang, terperiksa langsung dibawa dan atau ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani sanksi disiplin selama tujuh hari, terhitung mulai 10 – 17 Juli 2020 dengan masa pengawasan terhitung mulai 17 Juli 2020 -18 Januari 2021.

“Selama dalam masa pengawasan yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk mengikuti kesempatan promosi dan sekolah pengembangan,” tuturnya.

Untuk diketahui, terperiksa setelah menjalani sanksi di tempat khusus dilakukan demosi dan dimutasi dari Bidang Humas Polda NTB.

“Ini dimaksudkan agar ada efek jera, guna meminimalisasi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Nantinya setelah selesai menjalani hukuman akan langsung dipindah ke Denma (Detasemen Markas) Polda NTB,” tutup Artanto. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks