alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Mantan Sekretaris TPK Kuripan Keberatan Tanggung Kerugian Negara

MATARAM-Terdakwa korupsi dana desa/alokasi dana desa (DD/ADD) Kuripan, Lombok Barat, tahun 2015/2016 Johari Maknun mengajukan nota pembelaan (pleidoi), Kamis (16/9). Dalam nota pembelaannya, mantan sekretaris tim pelaksana kegiatan (TPK) Desa Kuripan itu keberatan dibebankan mengganti kerugian negara lebih banyak. ”Tidak mungkin terdakwa menanggung kerugian negara lebih banyak, padahal tidak menikmati,” kata penasihat hukum Johari Maknun, Dr Firzhal Arzhi Jiwantara.

Sebelumnya, Johari dituntut hukuman lima tahun enam bulan penjara serta denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Dia juga dituntut mengganti kerugian negara Rp 577 juta subsider satu tahun penjara.

Johari diduga terlibat korupsi bersama mantan Kades Kuripan Mastur yang sudah divonis inkrah. Mastur divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Dia juga dibebankan mengganti kerugian negara Rp 100 juta.

Dalam perkara tersebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan kerugian negara Rp 677 juta. Desa Kuripan mengelola anggaran Rp 3,4 miliar tahun 2015/2016.

Menurut Firzhal yang banyak menikmati keuangan itu adalah mantan kades. Dia yang bertanggug jawab mengelola anggaran. ”Mantan kades itu malah menyuruh bendahara untuk mengeluarkan uang tanpa melalui prosedur,” jelasnya.

Firzhal mengatakan, seharusnya bendahara juga ikut terseret dalam kasus tersebut. Karena mengeluarkan uang tanpa surat permintaan pembayaran. ”Dana dicairkan terlebih dahulu baru diterbitkan SPP. Ini kan sudah salah prosedur. Tetapi, bendahara tidak tersentuh,” protesnya.

Firzhal juga menilai JPU tidak mampu mengungkap secara tepat fakta pembuktian yang menyatakan terdakwa terlibat dan berperan aktif secara bersama-sama dengan saksi Mastur untuk memperkaya diri dari pengelolaan dana desa periode 2015-2016. “Sangat mengada-ada bahwa terdakwa menggunakan uang kerugian negara hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan seluruhnya oleh saksi Mastur, selaku kepala desa Kuripan,” paparnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks