alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Diduga Dikorupsi, BPKP Audit Dana Bantuan Gempa Desa Sigerongan

MATARAM-Penyelidikan kasus korupsi rumah tahan gempa (RTG) di Desa Sigerongan masih terus berlanjut. ”Kita sudah kirim berkas untuk dilakukan audit investigasi oleh BPKP. Ini mencari kerugian negaranya,” ujar Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo, Selasa (17/3/20).

Joko menjelaskan, proses audit ini dilakukan karena permintaan jaksa. Audit pekerjaan harus dilakukan untk menjerat pelaku lain yang bisa dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. ”Kalau dikenakan dua pasal ini harus ada kerugian negaranya. Jadi jaksa meminta ada audit pengerjaan juga,” katanya.

”Dari hasil audit investigasi BPKP nanti akan dikeluarkan perkiraan kerugian negara (PKN),” imbuhnya.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) Bendahara Pokmas Repok Jati Kuning Desa Sigerongan, Indrianto. Dana gempa diduga digunakan untuk bermain judi online dan membeli mobil pikap.

Dari sinilah Indrianto dikenakan pasal 8 tentang penggelapan. Karena dana itu belum dipakai untuk proses RTG tetapi malah digunakan pelaku untuk keperluan lain. ”Kalau menggunakan pasal 8 ini tidak perlu diaudit. Kita pakai pasal 8 karena dana waktu itu belum dipakai,” jelas Joko.

Pada kasus ini Pokmas Repok Jati Kuning mendapatkan bantuan Rp 1,75 miliar untuk membangun rumah bagi 70 kepala keluarga. Tahap pertama sudah disalurkan Rp 500 juta untuk 20 penerima. Kemudian pada tahap kedua, dana digelontorkan untuk 30 penerima sebesar Rp 750 juta.

Sisanya di tahap ketiga, dana yang disalurkan hanya Rp 90 juta. Dari temuan penyidik sebanya Rp 410 juta juga tidak sampai ke 20 orang. Diduga dana bantuan ini dipakai untuk judi online. ”Kita tunggu hasil audit. Ini permintaan jaksa agar bisa P-21,” tandasnya. (puj/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks