alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Diduga Cemburu, Ali Bacok Istri Hingga Meninggal

MATARAM-Kisah rumah tangga Asgar MAA alias Ali, 30 tahun, dengan HS alias Alimah, 29 tahun, berakhir tragis. Sang suami yang terbakar api cemburu membunuh Alimah di lokasi jualannya di Jalan Adi Sucipto, Rembiga, Kecamatan Selaparang, Mataram, Sabtu dini hari (17/4/2021).

Awalnya Ali dan istrinya cekcok di lokasi kejadian. Itu setelah Ali melihat istrinya sedang chat dengan pria lain. ”Pelaku memperingatkan istrinya (korban) untuk tidak melakukan hal itu (chat dengan pria lain),” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa.

Sekitar pukul 20.00 Wita Jumat malam (16/4/2021), pasutri yang berprofesi sebagai pedagang itu pun saling berebut handphone. Ali mengalah dan mengingatkan istrinya untuk tidak chat dengan laki-laki tersebut. ”Tetapi, korban mengelak dan masih tetap melakukan komunikasi,” terangnya.

Hingga pukul 01.00 Wita, Sabtu (17/4/2021), Alimah masih  terus chat dengan sang pria. Tetapi, Ali masih bersabar.

PEMBUNUHAN: Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi (kanan/duduk) menginterogasi Ali (berdiri), terduga pelaku pembuhuh istrinya di ruang Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram, Sabtu (17/4/2021). (Harli/Lombok Post)

Kesabarannya habis setelah Alimah mencetuskan kalimat yang menyayat hati Ali.  ”Saya tidak akan ikut berjualan besok, mau pergi dengan pria lain,” cetus Alimah ke suaminya, sebagaimana pengakuan Ali pada polisi.

Mendengar jawaban itu, Ali naik pitam. Dia langsung mengambil pisau yang ada di meja jualannya dan langsung menusuk Alimah. ”Ditusuk di bagian leher sebanyak satu kali dan langsung mencabutnya,” terang Kadek Adi.

Alimah pun terjatuh lemas dan tidak sadarkan diri. Selanjutnya, pelaku memasukkan korban ke dalam mobil. ”Pisau dan handphone milik istrinya dan menutup dagangannya,” terangnya.

Ali sempat membawa korban ke rumahnya di Moncok Karya, Kelurahan Pejarakan Karya, Ampenan. Tidak punya pilihan lain Ali kemudian membawa korban ke Polsek Ampenan. “Di perjalanan menuju polsek, Ali membuang pisau tersebut,” jelasnya.

Polisi yang berjaga di Polsek Ampenan langsung melarikan Alimah ke Rumah Sakit Bhayangkara. Tetapi, Alimah tidak mampu diselamatkan. ”Korban meninggal,” ujarnya.

Kadek Adi mengatakan, tim sudah melakukan olah TKP. Korban sudah diotopsi untuk mencari penyebab meninggalnya korban.  ”Kita belum dapatkan hasil otopsi,” terangnya.

Ali saat ini sudah ditahan. Statusnya masih terduga pelaku pembunuhan. ”Sudah kita masukkan sel tahanan terduga pelaku,” terangnya.

Ali terancam pidana Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks