alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Sungguh Keji…! Sebelum Dibunuh, Siswi SD di Bima Diduga Diperkosa

MATARAM—Polisi mengungkap fakta baru kasus dugaan pembunuhan bocah perempuan 10 tahun di Kota Bima, Kamis (14/5) lalu. Kesimpulan sementara siswi kelas tiga SD itu diduga diperkosa sebelum dibunuh pelaku.

Sebelumnya bocah malang ini ditemukan tak bernyawa di kos-kosan orang tuanya, Kelurahan Tanjung, Kota Bima. Kondisinya sungguh mengenaskan. Jasadnya  ditemukan tergantung di tali jemuran. ”Saat kita lakukan olah TKP kondisinya masih tergantung,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tedjo, Minggu  (17/5).

Tidak ada luka memar yang nampak ditubuh korban. Tetapi, dari hasil pemeriksaan di vagina korban terdapat robekan. Selain itu polisi menemukan cairan mirip sperma di organ intim  korban.

Dari hasil penyelidikan, diduga pelaku mengarah ke tetangganya. Sebut saja bernama Joki (bukan nama sebenarnya) ”Orang tua korban dengan terduga pelaku ini satu di kampung di Manggarai, (NTT)” bebernya.

Pihak kepolisian belum menentukan terduga sebagai tersangka. Karena, harus menunggu hasil uji forensik dan tes DNA. ”Kita perkuat bukti dulu. Kalau dari hasil tes nanti,  DNA-nya cocok dengan cairan maninya kita tetapkan dia menjadi tersangka,” ujarnya.

Yang baru menguatkan Joki sebagai terduga pelaku karena dibadannya masih membekas tanda cakaran. Karena, dari hasil olah TKP, diduga korban melakukan perlawanan dan pingsan. ”Setelah pingsan, korban lalu digantung menggunakan kain di tali jemuran,” bebernya.

Sampai saat ini,  Joki masih belum mengakui perbuatannya. Dia selalu mengelak ketika ditanyakan penyidik. ”Masih mengaku dirinya tidak berada ditempat saat kejadian. Tetapi, itu bukan alasan. Kita tunggu hasil uji forensik,” terangnya.

Dia terus mendorong hasil uji lab segera disimpulkan. ”Paling tidak seminggu ke depan sudah ada hasilnya,” kata dia.

Tedjo menerangkan, orang tua korban dengan terduga pelaku datang ke Bima untuk merantau. Mereka sama-sama bekerja menjadi buruh di salah satu toko di pasar. ”Tetapi, toko tempat mereka bekerja berbeda,” jelasnya.

Saat ini, jenazah korban sudah dimakamkan. ”Kemarin (Sabtu, 16/5) kita makamkan,” bebernya.

Dia berharap, kasus ini segera terungkap. Agar, tidak menjadi pertanyaan publik. ”Ini pembunuhan sadis. Harus bisa diungkap,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks