alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Kapolda NTB Kerahkan Jajaran Fokus Awasi Penyaluran Bantuan Korona

MATARAM–Dana penanggulangan Covid-19 menjadi atensi pengawasan Polda NTB.  Baik itu, jaring pengaman sosial (JPS), dana bantuan langsung tunai (BLT), dan anggaran penanggulangan kesehatannya. ”Semua kita tetap awasi,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Rabu (17/6).

Penyaluran tahap satu sudah selesai. Apa yang menjadi evaluasi tidak boleh terulang lagi di tahap kedua. ”Selama proses penyaluran berlangsung kita melakukan pengawalan,” jelasnya.

Misalnya JPS, polisi mengawal dari proses pengadaan barang hingga proses penyalurannya. Dipastikan, apakah JPS itu tepat sasaran atau tidak.

Selain melakukan pengawasan, polisi juga melakukan penindakan. Ketika dipertegas mengenai penindakan dugaan pemotongan BLT di Bukit Tinggi, Gunung Sari, Lombok Barat, Iqbal membenarkan. ”Ya, itu dah,” kata Kapolda singkat sambil terburu-buru naik ke mobilnya.

Dari data yang dihimpun koran ini, diduga ada pemotongan dana BLT tahap I dan II. Jumlahnya Rp 150 ribu per penerima.

Berdasarkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, yang telah diubah dalam Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan pengelolaan dana desa BLT yang diterima masyarakat  Rp 600 ribu. Ditegaskan pada aturan tersebut, dana itu tidak boleh dipotong.

Diketahui, Pemprov NTB telah mengalokasikan dana untuk penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 926 miliar. Sebanyak 50 persen anggaran telah dialokasikan untuk belanja kesehatan. Kemudian 30 persen untuk stimulus ekonomi dan sisanya untuk pengadaan paket JPS.

Pada penanggulangan penanganan kesehatan hingga bulan Mei tercatat, Pemprov telah menghabiskan anggaran Rp 25 miliar.

Anggaran itu bukan hanya diperuntukkan penanganan pasien positif Covid-19 saja, melainkan juga untuk penambahan ruang isolasi, insentif tenaga kesehatan, dan rumah sakit darurat di Asrama Haji.

Sedangkan, untuk anggaran JPS Gemilang tahap I Pemprov NTB sudah menghabiskan anggaran Rp 26,2 miliar. Itu diperuntukkan bagi 105 ribu kepala keluarga. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks