alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Lama Diburu, “Sultan Sabu” dari Karang Bagu Akhirnya Tertangkap

MATARAM-Bos sabu di Lingkungan Karang Bagu Cakranegara berinisial MR alias Sultan akhirnya dibekuk. Pelaku yang dikenal licin dan susah ditangkap  ini menyerah ditangan Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB. ”Pelaku ini merupakan bosnya,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Putra R usai penangkapan, Rabu  (17/6).

Sultan ditangkap bersama empat orang lainnya, sekitar pukul 16.30 Wita, kemarin (17/6). Yakni pasangan suami istri berinisial MJ dan WK (perempuan) dan dua anak buahnya berinisial GA dan KS. ”Mereka kami tangkap di rumahnya di Karang Bagu,” jelasnya.

Untuk bisa menangkap Sultan dan sindikatnya, tim Subdit III telah menjalani penyelidikan selama dua minggu. Dia melakukan penyelidikan cukup lama karena rumah pelaku ini seperti benteng. ”Tembok rumah dan gerbangnya cukup tinggi. Bahkan, di setiap sisi rumahnya dilengkapi dengan CCTV,” jelasnya.

Dari hasil penggeledahan, tim menemukan barang bukti berupa sabu. Beratnya 10,10 gram. ”Sabu itu sudah dipecah untuk siap diedarkan,” bebernya.

Tak hanya itu, tim juga menemukan brankas berisi uang tunai sekitar Rp 15 juta. ”Diduga uang tersebut merupakan hasil penjualan barang haram tersebut,” jelasnya.

Di dalam rumah Sultan juga ditemukan alat pemecah sabu beserta alat pres klip sabu. ”Alat ini digunakan untuk mempercepat proses pemecahan sabu untuk diedarkan,” kata Helmi.

Ditemukan juga tujuh buku tabungan. Diduga di dalam buku itu dijadikan untuk melakukan transaksi narkoba dengan jaringan yang lain. ”Kita masih kembangkan hasil penangkapannya,” bebernya.

Tim juga menyita tiga mobil dan enam sepeda motor. Diduga kendaraan itu dijadikan sebagai operasional untuk mengedarkan narkoba. ”Kita sita karena ada kaitannya dengan peredaran narkoba,” ungkapnya.

Di rumah pelaku juga ditemukan tiga senjata air soft gun jenis revolver. ”Ini laras panjang dan laras pendek,” terangnya.

Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Tim masih menelusuri dari mana dia mendapatkan barang haram tersebut.

”Apakah masuk jaringan antar provinsi atau tidak semua masih ditelusuri,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya akan menelusuri tindak pidana pencucian uang (TPPU). Karena, dari hasil operasi itu ditemukan sejumlah uang cash dan tujuh buku tabungan. ”Kita akan koordinasi dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan pihak bank untuk menelusuri transaksi mereka,” bebernya.

Helmi menegaskan, tidak ada toleransi bagi para bandar dan pengedar. ”Zero toleran. Kita miskinkan mereka jika terbukti melanggar TPPU-nya,” tegasnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks