alexametrics
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020

Penyelundupan Narkoba ke Lapas Mataram Jaksa Belum Terima SPDP

MATARAM-Penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram masih dalam proses penyidikan. Namun, Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) belum diterima kejaksaan atas kasus tersebut. ”Belum sampai ke kita SPDP-nya,” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (17/6).

Dia belum bisa merincikan terkait hasil penanganan kasusnya. Karena, SPDP-nya belum diterima. ”Nanti, kalau sudah ada saya terima (SPDP) baru bisa menjelaskan. Siapa yang dijadikan tersangka-nya,” ujarnya.

Yang pasti, pihak kejaksaan siap membantu kepolisian merumuskan berkas penyidikannya. Begitu juga pihaknya akan membantu kepolisian untuk membongkar jaringan para penyelundup narkoba ke dalam Lapas Mataram.

”Kami akan maksimalkan untuk penelitian berkasnya. Kami akan buka dan merekomendasikan untuk mengejar siapa saja yang patut terlibat dalam penyelundupan itu,” kata dia.

Yusuf mengaku, pihaknya sudah diperintahkan pimpinan untuk meneliti berkas dengan maksimal. Agar, jaringan para penyelundup narkoba itu terbongkar. ”Bisa saja nanti kita bongkar saat proses penuntutan di persidangan,” ujarnya.

Pimpinan Kejati NTB juga sudah memerintahkan orang-orang yang terlibat dalam penyelundupan itu dihukum maksimal. ”Kalau mengenai tuntutan pasti kita tuntut maksimal. Itu sudah perintah pak Kajati langsung,” bebernya.

Sementara itu, Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto irit bicara. Bagaimana perkembangan penanganan kasus tersebut?.  ”Sudah, itu dalam proses,” jawab Guntur.

”Itu masih disidik. Tidak ada masalah lagi,” tutupnya.

Tim Satnarkoba Polresta Mataram berhasil mengungkap penyelundupan narkoba di Lapas Mataram. Sebanyak sembilan orang diamankan termasuk satu sipir.

Penyelundupan narkoba yang dibongkar itu ada yang keluar dari dalam lapas dan ada juga yang masuk.

Narkoba yang keluar dari dalam Lapas itu awalnya tim meringkus dua pelaku berinsial S seorang tahanan pendamping dan kurir berinisial A di areal parkir Lapas Mataram. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat Rp 6,80 gram.

Dari hasil interogasi ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas. Pemiliknya seorang Napi berinisial G. Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H.

Di saat yang bersamaan, tim juga membekuk seorang berinisial S. Dia diamankan di area parkir Lapas. Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram.

Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang dari dalam Lapas. Yakni, seorang napi berinisial AZ.

Saat ini, penyidik sudah menetapkan tujuh tersangka dalam pengungkapan tersebut. Diantaranya, dua orang kurir, dua tahanan pendamping, dan tiga narapidana. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lurah Cakra Barat: Yang Ambil Bansos Motornya Bagus-bagus

Bantuan sosial (Bansos) kepada warga miskin seringkali tidak tepat sasaran. Karena itu, Kelurahan Cakra Barat berinisiatif melakukan musyawarah kelurahan (Muskel) dalam waktu dekat ini. “Kita harus persiapkan data dulu sebelum Muskel,” kata Lurah Cakra Barat I Nyoman Swira.

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks