alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Diringkus saat Ambil Paket Ganja, Mahasiswa di Mataram Ngaku Anak Hakim

MATARAM-Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB menggagalkan penyelundupan ganja seberat 3 kilogram asal Medan, Rabu malam (16/6). Ganja itu dipesan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Mataram berinisial FRM, 22 tahun dan DU alias Dhia, 24 tahun.

Polisi telah memantau pengiriman paket ganja itu sejak Minggu (13/6) lalu. Akhirnya paket ganja yang dibungkus lakban cokelat itu diambil pemiliknya sekitar pukul 19.30 Wita, Rabu (16/6).

FRM bersama Dhia datang berboncengan menggunakan sepeda motor. FRM menunggu di luar. Dhia yang masuk mengambil paket berisi ganja itu. Usai mengambil paket ganja, polisi menghadangnya.

Dhia gugup dan berupaya melarikan diri. Polisi memberikan tembakan peringatan. ”Jangan lari kamu,” teriak polisi sambil mengejar Dhia.

Paket berisi ganja itu dibuang ke selokan. Polisi berhasil meringkus Dhia. Begitu juga FRM yang menunggu di luar.

”Saya yang punya, pak,” jawab FRM pada polisi yang menanyakan pemilik paket yang diambil Dhia.

”Saya pesan dari teman di Medan. Saya bayar dengan harga Rp 3 juta,” lanjut FRM.

Saat polisi terus menginterogasi, FRM menangis. Dia meminta untuk tidak ditangkap. ”Tolong pak, jangan tangkap saya. Saya mau telepon bapak saya dulu,” kata dia.

”Memangnya siapa bapakmu?” tanya polisi.

“Bapak saya menjadi hakim pak. Pernah tugas di sini (Mataram),” ungkapnya.

Sementara Dhia yang diinterogasi malah kencing di celana. Mahasiswa asal Dompu itu mengaku hanya disuruh FRM untuk mengambil paket ganja. ”Saya hanya ambilkan (ganja),” terangnya.

Setelah dua mahasiswa tersebut diringkus, polisi mengembangkan kasus tersebut. Menggeledah rumah FRM dan kos Dhia.

Dari hasil penggeledahan di rumah FRM tidak ditemukan barang bukti narkoba. Sementara di kamar kos Dhia, polisi menemukan peralatan menggunakan sabu. Di antaranya pipa kaca, bong sabu, dan klip plastik sisa sabu. ”Saya tidak tahu yang punya itu, pak,” aku Dhia.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, pihaknya sudah memberitahu seluruh mahasiswa untuk tidak menyentuh narkoba. Dia juga sudah memberitahukan kepada perguruan tinggi terkait adanya peredaran gelap narkoba di lingkungan kampus. ”Kita ingatkan saat pernah menangkap salah satu mahasiswa yang transaksi narkoba di lingkungan kampus,” kata Helmi.

Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka akan menggunakan ganja 3 kilogram itu sebagai bekal untuk mendaki gunung. Tetapi, polisi tidak mempercayai itu. ”Dugaan kami ganja sebanyak itu bakal diedarkan di lingkungan kampus,” kata dia.

Helmi sangat menyayangkan tindakan dua mahasiswa itu. Padahal, kuliahnya sudah hampir selesai. ”Mereka kan sudah semester delapan. Sebentar lagi lulus,” ujarnya.

Polisi tidak bisa bergerak sendiri memberantas peredaran gelap narkoba di lingkungan kampus. Perlu pengawasan dan komitmen yang kuat pihak kampus. ”Jangan sampai mahasiswanya menyentuh narkoba,” katanya.

Akibat perbuatannya, dua mahasiswa tersebut dijerat pasal 111 dan atau pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman 20 tahun penjara. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks