alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Jaksa Sebut Dua Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Asrama Haji NTB

MATARAM-Dugaan korupsi pengelolaan dan pemeliharaan asrama haji tahun 2017 sebentar lagi rampung. Kejati NTB telah mengantongi nama tersangka. “Ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, Jumat (17/7).

Namun, Dedi enggan menyebutkan nama calon tersangka tersebut. Karena, akan dibeberkan setelah semua berkas rampung. ”Nanti kita akan rilis di hari Adhyaksa (22/7),” ujarnya.

Saat ini berkas masih terus dirampungkan. Dedi belum memastikan apakah tersangka akan langsung ditahan setelah penetapan atau tidak. ”Saya belum tahu yang itu. Intinya ada dua tersangka,” kata dia.

Penyidik telah melakukan pra ekspose penetapan tersangka. Pada ekspose tersebut, penyidik menentukan apakah unsur pasal yang disangkakan kepada calon tersangka sudah terpenuhi atau tidak. ”Ekspose pendalaman sudah dilakukan,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan kerugian negara, Dedi mengaku belum mendapat info. Apakah penyidik sudah menerima hasil audit dari auditor. “Kemarin kan kita meminta audit ke BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji dan Inspektora NTB,” terangnya.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan audit investigasi. Dugaan kerugian negaranya mencapai Rp 1,1 miliar. ”Hasil temuan itulah yang diperkuat lagi oleh BPKH dan Inspektorat,” terangnya.

Pada kasus tersebut ada dua item yang diusut penyidik. Yakni, kelebihan pembayaran atas pekerjaan rehabilitasi gedung di UPT Asrama Haji sebesar Rp 1.170.816.830.

Kelebihan pembayaran tersebut terendus setelah menjadi temuan BPKH. Selanjutnya, dugaan penyimpangang pengelolaan asrma haji dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Jumlahnya sekitar Rp 400 juta.

Menurut jaksa persoalan kelebihan pembayaran itu disebabkan kelebihan volume pekerjaan rehabilitasi. Seperti rehabilitasi gedung, untuk hotel ditemukan Rp 373.115.542; temuan gedung Mina Rp 235.957.012; temuan gedung Sofha 242.920.236; temuan pada Gedung Arofah sebesar Rp 290.602.840; terakhir, temuan pada gedung PIH sebesar Rp 28.602.840. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks