alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Dari Penjara di Bengkulu, Haris Diduga Tipu Warga NTB Rp 994 Juta

MATARAM-Pengusaha di Gili Trawangan tertipu  tawaran investasi melalui media sosial. Pelakunya, seorang Narapidana Lapas Kelas IIA Curup, Bengkulu berinisial SU alias Superi dan HR alias Haris. ”Korban merugi hingga Rp 994 juta,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, Senin (17/8).

Untuk melancarkan aksi penipuannya, SU memasang foto profil menggunakan baju polisi. Lalu Superi memperkenalkan diri ke korban. ”Karena pelaku ini dianggap sebagai seorang polisi, korban pun percaya,” terangnya.

Superi pun mengajak korban untuk menjalankan bisnis ayam potong di Bengkulu. Uang yang sudah dikirim itu rencana akan digunakan untuk membeli tanah, ayam, pakan, dan biaya pembuatan kandang. ”Karena sudah dirayu dan dijanjikan mendapatkan profit besar korban pun kepincut menjalankan kerjasama,” bebernya.

Uang pun dikirim, korban pun pergi ke Bengkulu untuk mengecek investasinya. Tetapi, sesampainya di Bengkulu korban pun tak mendapatkan apapun.

Uang hangus. Profit tak dapat. Korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polda NTB. “Kita tindaklanjuti laporan itu,” terangnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata pelakunya merupakan seorang narapidana di Lapas Curup. ”Pelakunya seorang napi,” ungkapnya.

Tim pun berangkat ke Bengkulu. Berkoordinasi dengan Lapas Curup. ”Dengan koordinasi dengan Lapas Curup, kedua pelaku berhasil diamankan,” terangnya.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri menambahkan terungkapnya kasus tersebut berkat koordinasi yang baik antara Polda NTB dengan Lapas Curup. ”Kalapasnya memberikan keleluasaan kami untuk mengusut tuntas kasus itu.  Kami diberikan kesempatan untuk melakukan penggeledahan hingga ruang tahanan,” kata Yusuf.

Selain dua orang napi yang diamankan, ada juga petugas Lapas yang diamankan, berinisial HSN. ”Status petugas Lapas tersebut statusnya masih sebagai saksi,” terangnya.

Petugas Lapas tersebut bertugas untuk mengambilkan uang di gerai ATM. Selanjutnya, uang tersebut diberikan kepada dua napi. ”Kita masih dalami apakah petugas Lapas tersebut mendapatkan jatah atau tidak dari hasil kejahatan itu,” ujarnya.

Yusuf menerangkan, SU berperan sebagai pelaku utama. Untuk menjalankan aksinya dia menyamar sebagai anggota polisi. “Dia yang aktif berkomunikasi dengan korban,” bebernya.

Saat menjalankan bisnis investasi tersebut, dia dibantu Haris. Tugasnya, untuk mengaturi Mobile Banking dan  kartu ATM. ”Haris ini napi pembunuhan berencana. Hukumannya 20 tahun penjara. Sisa hukumannya 12 tahun penjara,” bebernya.

Yusuf mengatakan, mereka ini merupakan sindikat penipuan melalui online. Mereka tidak bekerja berdua. ”Kita masih buru pelaku lainnya,” ujarnya.

Karena dari sindikat tersebut mereka membagi tugas. Ada bertindak sebagai perayu, pembuat ATM, dan penerima dana. ”Kita masih terus kembangkan karena yang menjadi korban bukan hanya satu orang saja,” kata dia. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks