alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Polisi Sergap Terduga Pengedar Sabu di Ampenan

MATARAM-Satu lagi pengedar sabu ditangkap polisi. Sabtu malam (17/4/2021) lalu, tim Satresnarkoba Polresta Mataram meringkus BH alias Bambang di rumahnya Gang Gurita Kampung Melayu, Ampenan. Pria 46 tahun diringkus polisi saat melayani pembeli berinisial PMC, 39 tahun di teras rumahnya.

Sebelum menangkap Bambang, polisi sudah melakukan penyelidikan selama tiga hari. “Kami terus memantau kegiatan Bambang,” tutur Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama.

Sabtu malam lalu, polisi mulai bergerak pukul 23.00 Wita. Saat sampai di sekitar target, polisi melihat Bambang memberikan bungkusan rokok kepada PMC.

Saat itulah polisi menyergap Bambang beserta PMC.  Bungkusan rokok yang diberikan Bambang pada PMC dibuang di teras.

”Sebelum kita menggeledah kita berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat,” kata Yogi.

Dari penggeledahan badan, ditemukan satu poket sabu di kantong celana PMC. Sementara saat Bambang digeledah tidak ditemukan barang bukti. ”Tetapi, setelah bungkusan rokok dibuka ditemukan empat poket sabu. Total barang bukti  yang kita amankan seberat 3 gram,” kata Yogi.

Dari penggeledahan di rumah Bambang, polisi menemukan bundelan plastik klip kosong. Juga uang Rp 1,6 juta yang diduga hasil penjualan sabu.

Dengan barang bukti yang diamankan kuat dugaan Bambang bertindak sebagai pengedar. Bambang mengaku menjual sabu sejak beberapa bulan lalu. ”Pengakuannya baru enam bulan,” terangnya.

Saat  ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk menemukan dari mana Bambang mendapatkan barang haram tersebut. ”Kita tidak bisa sebutkan nama. Dari siapa pelaku ini mendapatkan barang,” kata dia.

Mereka dijerat pasal 112 dan atau pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara, Bambang tidak mengakui sabu yang ditemukan di dalam bungkusan rokok itu miliknya. Dia mengaku tidak menyimpan barang di sana. ”Saya tidak tahu yang punya barang itu,” kata Bambang usai diamankan di Mapolresta Mataram.

Dia mengaku saya tidak menjual sabu sejak memasuki bulan puasa. Saat ditanya kapan terakhir menggunakan sabu, dia mengaku terakhir menggunakan sabu sepekan lalu. ”Setelah puasa ini, saya tidak pernah lagi, pak,” aku Bambang.

Namun, bukti percakapan di handphone-nya membuatnya tidak bisa mengelak. Dia memesan barang dan mengantarkan barang. Begitu juga dengan bukti hasil tes urine yang dinyatakan positif. ”Ya, saya ngaku,” katanya dengan nada sedikit lemah.

Begitu juga dengan PMC tidak mengakui barang itu miliknya. Mantan koki di salah satu hotel berbintang di Senggigi itu mengaku hanya bertamu ke rumah Bambang. ”Tujuan saya ke rumah itu (Bambang) untuk pergi memancing. Awalnya saya hanya ditawari rokok. Ya, saya mau dan duduk di terasnya,” akunya.

Namun, saat ditanya mengenai sabu yang ditemukan di dalam saku celananya, dia tidak bisa mengelak. ”Tidak tahu saya pak, tiba-tiba ada,” dalihnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks