alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Rumah Korban Gempa di Sigerongan Diduga Dikorupsi, Penyidik Hitung Kerugian Negara

MATARAM-Penanganan kasus korupsi pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat (Lobar) sudah sampai pada tahap perhitungan kerugian negara. ”Kita sudah ekspose dengan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan),” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (18/6).

Rencananya, BPKP segera turun mengaudit kerugian negara di Desa tersebut. Mereka akan memeriksa sejumlah penerima bantuan di Pokmas Repok Jati Kuning. ”Pekan ini, mereka sudah turun kok,” jelasnya.

Terungkapnya dugaan korupsi pembangunan RTG di Pokmas Repok Jati Kuning itu berawal rumah para penerima itu tak kunjung dibangun. Padahal, Pokmas tersebut sudah mendapatkan anggaran.

Dari hasil penyelidikan tim unit tipikor melakukan tangkap tangan terhadap bendahara Pokmas Repok Jati Kuning. Ketika itu, Indrianto ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah diusut, anggaran dana gempa itu digunakan untuk bermain judi online dan membeli mobil pikap. Dari perhitungan penyidik, ditemukan kerugian negara. Mencapai Rp 410 juta.

Dari proses penangkapan itu, Indrianto dijerat pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Namun, ditengah perjalanannya jaksa peneliti memiliki persepsi berbeda.

Mereka menganggap unsur di Pasal 11 itu tidak masuk dalam kasus tersebut. Sehingga, pada petunjuknya jaksa meminta penyidik untuk menjerat tersangka Indrianto dengan pasal 2 undang-undang korupsi. ”Ya, itulah dasar kita mengajukan kerugian negara ke BPKP,” kata Kadek Adi.

Sebelumnya, Indrianto pernah ditahan. Namun, masa penahanannya sudah berakhir. ”Ya, dia  (Indrianto, Red) sudah keluar dari tahanan,” kata  dia.

Jika ada diperlukan untuk melengkapi berkas, dia akan diperiksa kembali. ”Saya belum tahu kalau tersangka ini bakal diperiksa kembali. Kalau penyidik masih memerlukan keterangannya, pasti dipanggil lagi,” bebernya.

Diketahui, pada Pokmas Repok Jati Kuning mendapatkan bantuan Rp 1,75 miliar yang diperuntukkan 70 kepala keluarga. Pencairannya dilakukan melalui tiga tahap.

Tahap pertama disalurkan Rp 500 juta untuk penerima. Tahap kedua disalurkan Rp 750 juta, dan tahap ketiga disalurkan Rp 90 juta. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks