alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kasus Relokasi Korban Bajir Bima, Jaksa Kantongi Dua Calon Tersangka

MATARAM-Penyidikan dugaan korupsi pengadaan lahan relokasi korban banjir di Sambinae, Kota Bima segera memunculkan tersangka. Kejati NTB sudah mengantongi dua orang calon tersangka.

Hanya saja, lembaga adiyaksa belum membocorkan dua calon tersangka pengadaan lahan Rp 4,5 miliar tersebut. ’’Sudah ada calon tersangka. Ada dua orang,’’ kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan kepada Lombok Post, Jumat (17/7).

Dedi masih enggan juga mengungkapkan inisial calon tersangka. Termasuk kapasitas dua orang itu dalam pengadaan lahan. ’’Kami akan umumkan tersangkanya saat Hari Adiyaksa Selasa (22/7) nanti,’’ katanya.

Dedi hanya membocorkan jika dua orang calon tersangka sudah diperiksa. Baik saat kasus masih dalam penyelidikan maupun penyidikan. ’’Sudah diperiksa semua,’’ jelasnya.

Sebelum menetapkan tersangka, penyidik Pidana Khusus Kejati NTB sudah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi. Beberapa saksi yang diambil keterangan, di antaranya pihak Dinas PUPR Kota Bima.

Selain itu, jaksa juga sudah memeriksa pemilik lahan di Sambinae. Termasuk menyita sejumlah dokumen, seperti rekening pemilik lahan. ’’Pemeriksaan saksi-saksi sudah. Kalau pun dibutuhkan lagi, kami akan panggil untuk pemeriksaan tambahan,’’ jelasnya.

Dalam penanganan kasus ini, kejaksaan menemukan dugaan mark up. Harga lahan yang dibeli terlalu mahal. Padahal lahan itu sangat miring. Untuk satu are lahan dibeli dengan harga Rp 11 juta.

Fakta lain menyebutkan Pemkot Bima melalui Dinas PUPRKota Bima tidak sepenuhnya membayar lahan kepada pemilik senilai Rp 11 juta. Tetapi mereka hanya membayar Rp 7 juta lebih kepada pemilik lahan.

Pengadaan lahan ini menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Kota Bima. Dana yang digelontorkan untuk membeli lahan relokasi korban banjir Rp 4,9 miliar. (jlo/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks