alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Berkas Kasus Pungli Desa Bukit Tinggi Lombok Barat Rampung

MATARAM-Kasus dugaan pungli dana Bantuan Langsung Tunai (BLT)  di Desa Bukit Tinggi, Gunungsari, Lombok Barat menunjukkan perkembangan signifikan. ”Berkasnya sudah dinyatakan P21  (lengkap),” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, Selasa (18/8).

Sebelumnya berkas tersebut sempat dikembalikan jaksa (P19). Namun, penyidik telah melengkapi semua petunjuk jaksa. ”Berkasnya sudah tidak ada persoalan lagi,” ujarnya.

Dinyatakannya berkas P21 berarti tugas penyidik selesai. Penyidik tinggal menentukan jadwal pelimpahan barang bukti dan tersangka ke Kejati. ”Kalau tahap duanya belum ditentukan tanggalnya,” ujarnya.

Ekawana menjelaskan, penyidik telah menetapkan Kades Bukit Tinggi, Ahmad Muttakin sebagai tersangka. tersangka dijerat pasal 12e Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Berdasarkan Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan pengelolaan dana desa disebutkan besaran dana BLT yang dibagikan ke masyarakat. Besarannya Rp 600 ribu.

Namun, Kades tesebut memotong dana BLT yang diterima masyarakat. Tersangka memotong Rp 150 ribu per penerima. ”Masyarakat hanya menerima Rp 450 ribu,”  terangnya.

Diketahui, jumlah penerima BLT sebanyak 155 kepala keluarga. ”Kita dapatkan barang bukti Rp 53 juta saat ditangkap,” jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan membenarkan berkas dugaan pungli dana BLT di Desa Bukti Tinggi  sudah diterima dan didalami. ”Berkasnya, sudah dinyatakan lengkap,” kata Dedi.

Jaksa peneliti telah memeriksa berkas penyidik kurang dari tujuh hari. ”Sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” bebernya.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks