alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Korban Penipuan dan Penggelapan Mobil Minta Polisi Usut Aset Pelaku

MATARAM-Korban penipuan yang dilakukan F alias Fuad bertambah. Bukan hanya dalam kasus penipuan dan penggelapan mobil, warga Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng), itu juga terlibat tindak pidana penipuan dengan modus peminjaman uang.

Salah satu korban penipuan L Hairuzzoni Alza melalui penasihat hukumnya Gema Akhmad Muzakkir mengatakan, dia mengapresiasi tindakan cepat Satreskrim Polresta Mataram mengungkap kasus yang dilakukan Fuad. Tetapi perlu diperhatikan juga solusi keuangan korban akibat perbuatan Fuad. ”Kita meminta polisi untuk mengusut aset-asetnya,” kata Gema, Senin (18/10).

Awalnya, kliennya itu dikenalkan seorang temannya dengan Fuad. Sepekan berselang, Fuad kembali datang ke rumah kliennya tujuan meminjam uang. ”Fuad meminjam uang Rp 190 juta,” ujarnya.

Pihaknya mencoba menagih, namun Fuad tidak memiliki itikad baik. Setelah beberapa bulan berselang, kliennya mencari Fuad dan bertemu. ”Saat ditagih Fuad malah memberikan mobil Fortuner yang dibawanya,” bebernya.

Kliennya tidak menyadari mobil yang diserahkan Fuad adalah mobil sewaan. Karena ada itikad baik dengan menyerahkan mobil tersebut, kliennya tetap percaya, Fuad bakal mengembalikan uang yang dipinjamnya. Tetapi tiba-tiba kliennya didatangi polisi. “Ternyata mobil itu bermasalah. Itu mobil sewaan. Mobil itu disita,” kata dia.

Diketahui, Fuad sudah ditetapkan menjadi daftar pencarian orang (DPO). Dia diduga telah menggelapkan mobil yang disewanya di penyewaan mobil dan milik pribadi. Modusnya menyewa mobil untuk sarana transportasi dalam event World Superbike (WSBK).

Dia menyewa mobil dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per bulan. Lalu digadai dengan harga Rp 30 juta. Satreskrim Polresta Mataram sudah menyita 14 unit mobil yang digadai oleh Fuad.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, sampai saat ini Fuad masih diburu. Setelah pelaku ditangkap baru akan ditelusuri aset-asetnya. ”Kita tangkap dulu pelaku baru kita kembangkan ke arah sana,” kata Kadek Adi. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks