alexametrics
Rabu, 2 Desember 2020
Rabu, 2 Desember 2020

Di Sumbawa, Bandar Sembunyikan Sabu di Hak Sepatu

SUMBAWA-Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB mencokok bandar sabu YN alias Yanto warga Dusun Lape Bawah, Desa Lape, Kecamatan Lape, Selasa (17/11) lalu. Dari tangan Yanto, polisi mendapati sabu seberat 200 gram.

’’Sabu itu disembunyi Yanto di dalam hak sepatu perempuan di rumahnya,’’ kata Kanit I Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKP I Made Yogi Purusa Utama di Polres Sumbawa, kemarin (18/11).

Dia mengungkapkan barang haram itu diselundupkan dari Pontianak melalui jasa pengiriman barang. Rencananya barang itu akan diedarkan di Sumbawa oleh YN. “Yanto ini bandar sabu lintas provinsi,” ujar Yogi.

Penangkapan Yanto berkat informasi dari masyarakat. Ada paket sabu yang dikirim dari Pontianak. Barang itu dikirim menggunakan sebuah dus berukuran sedang.

Tim gabungan dari Ditresnarkoba Polda NTB dan Satresnarkoba Polres Sumbawa kantor ekspedisi di Jalan Lintas Sumbawa-Bima Dusun Dete. Ketika dicek, ternyata paket berisi sabu sudah diambil Yanto.

Tim bergegas menuju ke rumah Yanto. Setiba di situ, petugas mengepung rumah bandar sabu itu. Yanto pun hanya bisa pasrah. Polisi lalu menggeledah badan Yanto. Namun tidak ditemukan secuil barang bukti sabu.

Petugas tidak kehilangan akal. Rumah Yanto diobok-obok untuk mencari barang bukti sabu. Kerja keras polisi membuahkan hasil. Saat membuka hak sepatu, petugas mendapati dua bungkus plastik berisi sabu.  ’’Pelaku menyembunyikan di dalam hak sepatu. Tapi kami berhasil menemukannya,’’ ungkap dia.

Pelaku Yanto disangkakan dengan pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam dibui paling singkat empat tahun. (run/r8)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pegadaian Catat Kinerja Positif Meski Pandemi

”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).

STIE AMM Disegel, Pihak Terkait Diingatkan Jangan Korbankan Mahasiswa

”Secara psikologis kan trauma itu (mahasiswa, Red),” kata Pengamat Pendidikan Prof H Mahyuni, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa (1/12/2020).

Dikbud NTB Semprot Kepala Sekolah, Tak Libatkan KTU Susun RKAS

”Kelihatan ini pada saat kita evakin (evaluasi kinerja, Red),” jelasnya, saat pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMA tahap III untuk Pulau Sumbawa, di Senggigi, Senin malam (30/11/2020).

HARUM Jadikan RTH sebagai Pengendali Banjir

Sebagai sebuah wilayah yang berada di hilir sungai Mataram kerap mendapatkan air kiriman dari hulu ketika musim penghujan tiba. Ditambah dengan hujan di Mataram, kiriman air dalam jumlah besar mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir.

Menolak Miskin, Pusparini, Tukang Sapu Jalan yang Memilih Keluar dari PKH

Banyak orang kaya bermental miskin. Namun ada juga masyarakat kurang mampu tapi bermental kaya. Pusaparini, warga Lingkungan Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur salah satunya.

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.
Enable Notifications    OK No thanks