alexametrics
Selasa, 1 Desember 2020
Selasa, 1 Desember 2020

Jaksa Kembalikan Berkas Tersangka Pembunuhan Linda ke Polisi

MATARAM-Berkas penyidikan tersangka Rio Prasetya belum juga rampung. Jaksa peneliti Kejari Mataram mengembalikan kembali tersangka pembunuh Linda Novita Sari itu. ”Berkasnya perlu dilengkapi lagi,” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (18/11).

Ini kali kedua berkas itu dikembalikan. Itu karena penyidik kepolisian belum bisa melengkapi petunjuk jaksa. ”Tidak bisa kita katakan lengkap kalau belum dipenuhi petunjuk kami,” kata dia.

Diketahui, Rio diduga membunuh pacarnya Linda di rumahnya, Perumahan Royal Mataram, Juli lalu. Diduga dia enggan bertanggung jawab atas kehamilan Linda. Sehingga, terjadi cekcok dan Rio diduga mencekik Linda hingga meninggal. Untuk menghilangkan jejaknya, Rio menggantung mayat pacarnya di ventilasi  ruang tengah rumahnya.

Yusuf mengatakan, petunjuk yang perlu dilengkapi penyidik mengenai data kloning whatsapp korban dan tersangka. ”Itu harus diurai lebih dalam lagi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, data visum korban dinilai masih sumir. Jaksa peneliti juga meminta penyidik untuk melengkapi rekaman CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). ”Petunjuk itu menjadi penguat pada saat pembuktian di persidangan nanti. Semua harus dilengkapi,” tekannya.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa membenarkan berkas penyidikan Rio dikembalikan atau P19. ”Kita terima pengembaliannya (berkas) Senin (16/11) lalu,” kata Kadek Adi.

Pihaknya masih mengkaji petunjuk jaksa. Sehingga Kadek Adi pun belum bisa memberikan keterangan lebih lengkap. ”Yang pasti apa yang menjadi petunjuk jaksa akan dipenuhi,” tegasnya.

Penasihat hukum keluarga Linda, Yan Mangandar mengapresiasi kinerja jaksa peneliti. Dia merasa sedikit kecewa dengan penyidik, petunjuk jaksa belum juga dipenuhi. ”Ekstrak kloning telepon milik korban dan pelaku belum bisa dipenuhi,” ujarnya.

Bahkan, sinkronisasi antara keterangan saksi yang melihat kondisi korban dengan kondisi jenazah saat dimandikan dengan kondisi visum belum juga dilakukan. ”Dari keterangan saksi yang melihat saat memandikan jenazah ada luka di bagian kaki. Tetapi, di hasil visum tidak dijelaskan hal itu,” kritiknya.

Menurut Yan, untuk melengkapi petunjuk jaksa tidak terlalu sulit. Karena penyidik sudah mengkloning telepon korban dan pelaku. ”Kita meminta supaya penyidik segera melengkapi berkasnya,” tekannya. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk Produk Lokal

Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Situasi ini tidak hanya  berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga dunia usaha. Meski kondisi sulit, beberapa UMKM masih mampu bertahan bahkan berkembang dengan sejumlah inovasi. Profesional, kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital jadi jurus yang banyak dipakai para UMKM lokal dalam mendongkrak penjualan produk-produk mereka.

Kisruh Aset Pemprov di Trawangan, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana

”Informasi dari kami banyak, Kejati juga banyak yang sudah didapatkan,” kata Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha.

Ekspor Ditutup, Ratusan Ribu BBL di NTB Tertahan di Penampungan

”Satu bulan saja tidak ada kejelasan, pasti ekspor ilegal terjadi. Barang yang tertahan sekarang itu kan duit semua,” kata Ketua Dewan Pembina Lombok Lobster Association (LLA) Mahnan Rasuli, Minggu (29/11/2020).

UMKM Lokal Bisa Pamer Produk di NTB Mall Offline

”Ini potensi pasar baru yang menjanjikan untuk menjual produk lokal,” ujar Fathurrahman, kepala Dinas Perdagangan NTB.

Guru Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Dikbud Lobar Masih Berhitung

”Iya, kami telah menerima arahan dari Pak bupati dan sedang kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Lobar Khairuddin, pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Sumo Sale Nissan, Diskon Terbesar di Tahun 2020

"Promo diskon Sumo Sale ini untuk All New Nissan Livina promonya sampai akhir tahun," kata Branch Head Indomobil Nissan Sandubaya Ryo Hadiyanto pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.
Enable Notifications    OK No thanks