alexametrics
Kamis, 26 November 2020
Kamis, 26 November 2020

Mataram Hampir Hijau, Kapolres Minta Paslon Tetap Patuhi Prokes

MATARAM-Kapolresta Mataram Kombespol Guntur Herditrianto mengingatkan semua Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram agar melakukan kampanye sehat. Ia meminta mereka mengimbau tim pemenangannya, pendukung, dan simpatisan untuk tetap menerapkan protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Para Paslon sudah mengikuti protokoler kesehatan. Maka ini harus dipertahankan, jangan sampai kendor!” tegas Guntur kepada Lombok Post.

Hasil pemantauan dan pengawasan Polresta Mataram, selama masa kampanye, paslon dan pendukungnya mengikuti protokoler kesehatan pencegahan Covid-19. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, dan cuci tangan.

“Termasuk juga yang berkaitan dengan pembatasan jumlah peserta kampanye dialogis. Para paslon melakukan kampanye sesuai dengan Lomba Kampanye Sehat yang digagas Kapolda NTB,” ujarnya.

Bahkan tak hanya saat kampanye, dalam debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, pelakasanaan protokoler kesehatan juga diterapkan secara ketat. Tidak banyak pendukung yang dibolehkan masuk di ruangan tempat debat. Untuk mencegah terjadinya kerumunan.

“Kami dari kepolisian berterima kasih kepada para Paslon yang sudah paham dan patuh terhadap pelaksnaan protokoler Covid-19,” lanjutnya.

Siapapun pemenang Pilkada nanti, yang terpenting menurut Kapolres situasi kondusif, aman, dan kesehatan warga terjaga. “Walaupun Pilkada 9 Desember juga nanti sudah selesai, protokoler kesehatan jangan sampai diabaikan,” pintanya.

Data terbaru pasien Covid-19 per 17 November, jumlah pasien sebanyak 1.287 dengan rincian 32 pasien masih dirawat, 1166 pasien sembuh, dan 89 pasien meninggal dunia.

Pemerintah Kota Mataram melalui Gugus Tugas Covid-19 mengimbau kepada semua lapisan masyarakat Kota Mataram untuk menyukseskan program Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). Dengan cara menjaga kondusivitas lingkungan, menerapkan social distancing, physical distancing, hindari keramaian, wajib mengenakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun. Termasuk tetap menggunakan hand sanitizer dan menerapkan pola hidup sehat.

Juru Bicara Satga Covid-19 Kota Mataram Nyoman Suwandiasa memaparkan, saat ini sebagian besar kelurahan di Kota Mataram sudah masuk zona hijau. Hanya tersisa tujuh zona kuning dan dua zona oranye. Yakni Kelurahan Karang Taliwang dan Cakranegara Utara.

“Pemerintah Kota Mataram menanggung biaya pemeriksaan swab dan rapid test mandiri untuk penduduk Kota Mataram,” terang Suwandiasa.

Layanan ini bisa didapatkan di RSUD Kota Mataram dan Puskesmas se-Kota Mataram dengan menunjukkan identitas yang bisa dipertanggungjawabkan. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

La Nyalla Dorong Promosi MotoGP Harus Digencarkan

”Kalau ada gambaran utuh, entah melalui tayangan video, infografis, dan konten lain mengenai manfaat dan untungnya pembangunan, pasti dukungan masyarakat semakin kuat,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sebut Kerja Sama Pemprov-PT GTI Kontrak Jahat, Dewan Minta KPK Turun

”Harus KPK masuk. Melakukan penelusuran, penyelidikan kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, Rabu (25/11/2020).

Sepi Pembeli, Perajin Gerabah Banyumulek Terpaksa Alih Profesi

”Awal Korona pesanannya membludak sekali. Sekarang satu saja kalau bisa  terjual,” ujar Hj Khairunnisa, pemilik toko Banyu Andika salah satu toko pengepul kerajinan gerabah, Rabu (25/11/2020).

Sekolah di NTB Sambut Kebijakan Pembukaan Sekolah

Ditegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Menyongsong tahun depan ini, kami juga akan betul-betul mempersiapkan segalanya,” kata Wahyuni.

Perekrutan PPPK, Honorer Berharap Masa Pengabdian Jadi Tolok Ukur

”Seharusnya, pengabdian yang sudah kami lakukan selama belasan tahun, harus dijadikan tolok ukur kemampuan kami,” tegas dia.

Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia, Upaya Pencegahan Penyakit

Vaksin bukanlah hal baru buat masyarakat Indonesia. Sudah puluhan tahun Indonesia akrab dengan vaksin. Sejarah vaksin di Indonesia secara resmi dimulai tahun 1956, ketika dilakukannya vaksinasi cacar. Pemberian vaksin ini diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi satu wabah penyakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks