alexametrics
Jumat, 4 Desember 2020
Jumat, 4 Desember 2020

Polda NTB Kawal Kasus Dapoer Emak Caca

MATARAM-Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus penipuan investasi Dapoer Emak Caca ke Polresta Mataram. Mereka hanya membantu menyelesaikan penanganan kasus. ”Kita tetap pantau proses penyidikan yang dilakukan Polresta Mataram,” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, kemarin (18/11).

Pihaknya tetap memberikan asistensi terhadap penanganan kasus tersebut. Mulai dari pengumpulan barang bukti hingga pemeriksaan saksi. “Kami tetap kontrol penanganannya,” ujarnya.

Pada kasus tersebut, Polresta Mataram telah menetapkan pemilik Dapoer Emak Caca, Laras Cintya sebagai tersangka. Saat ini, Laras sudah ditahan.

Sebelumnya, Polda NTB sudah menerima sekitar 30-an laporan dari para korban investasi. Laporan yang masuk ke Polda NTB akan diserahkan semuanya ke Satreskrim Polresta Mataram. ”Jadi, jika ada korban lain yang ingin melapor dipersilakan ke Polresta Mataram,” kata Hari Brata.

Penyidik Satreskrim Polresta Mataram masih memproses berkas tersangka Laras. Dari laporan yang diterima Ditreskrium Polda NTB, berkas tersebut hampir rampung.  ”Sebentar lagi bakal dilimpahkan ke jaksa,” tuturnya.

Polisi juga telah menelusuri aset milik Laras. Dari hasil penelusuran, uang hasil usaha investasi yang dijalankan itu digunakan untuk membeli tanah. ”Penelusuran aset bagian dari penyidikan untuk menindaklanjuti laporan para korban,” kata dia.

Pada kasus tersebut, Laras dijerat pasal 372 dan pasal 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan. ”Unsur itu yang terus dipenuhi penyidik saat ini,” tutupnya. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Masukkan Program Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah

Program-program yang dicetuskan pasangan nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) selalu bikin takjub. Salah satunya, memasukkan Mitigasi Bencana dalam kurikulum sekolah.

Industri Kreatif, Solusi Muda Hadirkan Lapangan Kerja

Debat publik putaran ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram telah selesai digelar. Pasangan HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda tampil maksimal dalam debat pamungkas.

Percepat Pemulihan Ekonomi, HARUM Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal

Pandemi Covid 19 telah membuat perekonomian di Kota Mataram melambat. Sejumlah sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian Mataram mengalami penurunan cukup signifikan.

Kampus Kemungkinan Dibuka Pertengahan Januari

Mulai pertengahan Januari 2021, kampus diizinkan kembali buka. Pada semester genap tersebut, perkuliahan akan menerapkan hybrid learning. Yaitu, kombinasi antara tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Lagi Kader PDIP Ditangkap KPK, Kali ini Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Kamis (3/12). Tim penindakan KPK mengamankan Kader PDI Perjuangantersebut  sekitar pukul 13.00 WIB.

Survei Indikator, Pathul-Nursiah Unggul di Pilbup Loteng

Hasil survei Indikator sejak 25-29 November lalu menempatkan pasangan calon bupati dan wakil bupati HL Pathul Bahri-HM Nursiah unggul telak dengan perolehan 45,9 persen. Terpaut jauh dari pasangan di posisi kedua.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.
Enable Notifications    OK No thanks