alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Ebeh, Spesialis Jambret di Mataram Akhirnya Masuk Bui Lagi

MATARAM-Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram meringkus spesialis pelaku penjambretan berinisial AA alias Ebeh, 26 tahun, Kamis (17/11) lalu.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menyampaikan, Ebeh merupakan residivis yang sudah tiga kali dihukum penjara. Kalu pertama menjalani hukuman tahun 2016 karena kasus pencurian dengan pemberatan (curat). ”Keluar tahun 2018, beraksi lagi dan keluar tahun 2019 dengan kasus jambret,” kata Kadek Adi, Jumat (18/11).

Ketiga, Ebeh keluar penjara tahun 2022. Tapi, dia belum juga tobat. Polisi mencatat Ebeh telah menjambret di delapan lokasi.

Terakhir, dia menjambret di depan sebuah kos-kosan di Jalan Swakarya, Kekalik Jaya, Mataram. ”Korbannya adalah mahasiswa,” kata perwira menengah satu mawar di pundak ini.

Ebeh membuntuti korban yang baru pulang dari kampus. Saat tiba di depan kosnya, Ebeh langsung memepet korban menggunakan sepeda motornya. Korban terjatuh. “Dia mengambil gelang korban yang masih terpasang di tangan sebelah kiri,”  jelasnya.

Baca Juga :  Dugaan Pencabulan Bocah di Gontoran, Polisi Tunggu Hasil Visum

Laporan korban di Polresta Mataram, ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan. ”Hasil lidik, pelaku mengarah ke Ebeh,” kata dia.

Ebeh yang memiliki catatan kriminal membuat Tim Puma dengan cepat mengantongi identitasnya. Ebeh pun diburu. ”Kami mendapatkan informasi kalau pelaku pulang ke rumahnya,” ujarnya.

Tak ingin kecolongan, Tim Puma bergerak ke lokasi persembunyiannya di wilayah Punia, Mataram. Polisi pun melakukan pengepungan. ”Pelaku ini cukup licin, makanya kami lakukan penangkapan secara maksimal,” kata dia.

Ebeh tak berkutik. Saat diinterogasi, dia mengakui perbuatannya. ”Pengakuannya sudah beraksi (jambret) di delapan TKP,” ujarnya.

Delapan lokasi itu antara lain Jalan Bung Hatta dengan tujuan menjambret perhiasan. Tetapi, di lokasi itu Ebeh gagal mengambil barang korban.

Baca Juga :  Bersihkan Sampah, DKP Mataram Peringati Bulan Cinta Laut

Selanjutnya di bulan September, dia beraksi dua kali di Jalan Lalu Mesir, Babakan. Di lokasi itu ia merampas dua perhiasan kalung.

Bulan Oktober Ebeh beraksi di Jalan Selaparang, Cakranegara dan mendapatkan kalung emas. Sisanya, di bulan November beraksi di empat lokasi. Di antaranya di Jalan Raden Panji Anom, Ampenan; Jalan Selaparang; Jalan Bung Karno; dan di wilayah Kekalik. ”Semua barang yang dijambret itu dijual ke seseorang,” kata Kadek Adi.

Kini Ebeh mendekam di ruang tahanan Polresta Mataram dan terancam hukuman tujuh tahun penjara. Dia dijerat Pasal 363 KUHP. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/