alexametrics
Selasa, 9 Maret 2021
Selasa, 9 Maret 2021

Tiga Titik Proyek Penataan Senggigi Ditangani Polda NTB

MATARAM-Polda NTB masih mengumpulkan bukti pengusutan proyek penataan kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar). Penyelidik sedang mengumpulkan seluruh dokumen terkait pelaksanaan proyek tersebut. “Kita masih usut kok ini,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, Jumat (19/2/2021).

Ada lima item proyek penataan di kawasan wisata Senggigi. Di antaranya, rest area dekat Kafe Alberto, kawasan Hotel Sheraton, Hotel Pasifik, Batu Bolong, dan makam Batu Layar. ”Proyek itu dikerjakan tahun 2020 melalui Dinas Pariwisata Lobar. Total anggarannya Rp 9,974 miliar lebih,” kata Ekawana.

Anggaran proyek tersebut bersumber dari dana pinjaman daerah melalui Bank NTB yang dialokasikan pada APBD Lobar. Seluruh anggaran tersebut digunakan untuk pelaksanaan proyek di lima titik.

Diketahui, dua dari lima titik proyek rusak karena longsor. Pertama proyek penataan di dekat Hotel Sheraton yang bernama Senggigi View, longsor Minggu, 31 Januari 2021. Kedua, proyek penataan di dekat Kafe Alberto rusak karena longsor pada Sabtu, 6 Februari 2021.

”Proyek yang longsor itu kita serahkan penanganannya ke Polres Lobar. Kami hanya mengusut tiga item proyek itu saja,” jelas mantan kapolres Bima ini.

Ekawana mengatakan, tim sudah turun mengecek tiga item proyek penataan itu. Tiga titik proyek yang diusut terindikasi ada kekurangan volume pekerjaan. ”Kita duganya sih seperti itu (kekurangan volume),” katanya.

Namun, tiga item proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Berdasarkan kontrak, masa pemeliharaannya berakhir Juli 2021 mendatang. Jika memang ada kekurangan volume pekerjaan, Polda NTB mendorong untuk menuntaskan pekerjaannya. “Jangan sampai tiga item proyek yang masuk dalam revitalisasi kawasan wisata Senggigi itu bernasib sama dengan dua proyek yang mengalami longsor itu,” kata dia.

Ekawana mengatakan, pihaknya baru mengklarifikasi Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lobar selaku kuasa pengguna anggaran proyek tersebut. Klarifikasi dilakukan di kantor Dinas Pariwisata Lobar usai melakukan cek fisik. “Itu hanya klarifikasi biasa saja. Perlu didalami lagi, apakah ada indikasi perbuatan melawan hukum atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo mengaku dua titik proyek penataan kawasan wisata Senggigi menjadi ranahnya. Penyelidik masih mendalami unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut. ”KPA dan PPK sudah kita periksa. Kita masih akan memeriksa sejumlah saksi dalam kasus itu,” katanya.

Bagus belum bisa menyimpulkan hasil penyelidikan sementara. Menurutnya terlalu prematur jika seluruhnya dibongkar. ”Semua masih dalam proses pendalaman,” ujarnya.

Hasil pengecekan, penyebab terjadinya longsor di dua titik proyek itu karena tidak dibuatkannya tanggul penyangga tanah sebagai penopang struktur beton. Padahal kemiringan areal lokasi mencapai 80 derajat dan condong ke arah laut. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks